Masih Jalani Vonis, Terdakwa Korupsi Divonis Lagi

  • Whatsapp
palu
Ilustrasi
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepala Desa (Kades) Bumi Rahayu Kabupaten Kapuas, Wick Hartono alias Iwick selaku terdakwa tindak pidana korupsi (tipikor) mendapat vonis 2,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta atau diganti pidana1 bulan kurungan serta harus mengganti uang kerugian negara Rp151,406 juta atau diganti 4 bulan kurungan.

“Terdakwa sebagai Kades tidak memberikan contoh pemerintahan yang baik,” ucap Hakim Ketua Majelis, Alfon dalam sidang Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Selasa (21/4/2020).

Usai persidangan, Kasubsi Pidana Khusus Cabang Kejaksaan Negeri Palingkau, Maina menyebut perkara korupsi yang membelit Wick bukan untuk pertama kalinya.

“Dalam perkara sebelumnya terdakwa menyelewengkan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2017. Saat menjalani vonis, ternyata ada temuan penyelewengan ADD tahun 2018,” terang Maina. Untuk penyelewengan ADD tahun 2017, Wick mendapqt vonis 4,5 tahun penjara. Dari keterangan terdakwa uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Termasuk biaya melahirkan istrinya,” beber Maina. Terdakwa telah membuat surat pertanggungJawaban penggunaan ADD tapi saat pengecekan di lapangan, ternyata penggunaan anggaran untuk kegiatan fiktif.

Saat penyitaan barang bukti ditemukan sejumlah bukti penyelewengan dana termasuk pembayaran hutang pribadi terdakwa. Terhadap putusan Majelis Hakim, pihak kejaksaan masih pikir-pikir karena sebelumnya mereka menuntut pidana penjara selama 4,5 tahun tapi vonis hanya 2,5 tahun.

“Kami akan berkoordinasi lebih dulu dengan pimpinan untuk kepastian sikap,” pungkas Maina. dre

iklan atas

Pos terkait

iklan atas