Masker Berbahan Rotan dan Nyamu Karya Seniman Lokal

  • Whatsapp
Masker Berbahan Rotan dan Nyamu Karya Seniman Lokal
Benny, seniman pendiri Sanggar Marajaki saat memperlihatkan masker dari bahan kulit pohon nyamu dan rotan.
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Menghadapi pandemi Covid-19, kebutuhan masyarakat akan masker cukup besar. Khususnya semenjak imbauan isolasi mandiri pemerintah yang mengharuskan seseorang menggunakan masker ketika berada di luar rumah.

Kondisi demikian menjadi peluang bagi beberapa masyarakat Kota Palangka Raya untuk berinisiatif membuat masker. Bahkan ada warga yang membuat masker bermotif lokal.

Salah satunya Benny, seniman pendiri Sanggar Marajaki. “Produksi sendiri, kita punya tim, kebetulan di depan sanggar ada tenaga penjahit (partner),” bebernya saat dibincangi Tabengan, Sabtu (18/4).

Benny mengakui, munculnya ide setelah melihat kebutuhan masyarakat di tengah wabah Covid-19 ini, sehingga tergerak untuk membuat masker untuk membantu Tim Gugus Covid-19.

“Kebutuhan serta kekhawatiran yang menjurus meningkatkan kreativitas agar bisa berjalannya strategi usaha untuk memperoleh pendapatan,” ujarnya.

Namun yang unik adalah masker buatan Benny mengandung unsur etnik dan seni khas Dayak. Karena menurutnya dalam segala kondisi memang harus berpikir positif.

“Merestrukturisasi produk dari suvenir rotan/kulit nyamu yang berorientasi kearifan lokal, seni budaya, pariwisata menjadi masker rotan yang berorientasi kesehatan. Bergerak dari kutub paling negatif menuju ujung paling positif,” imbuhnya.

Masker dari jenis kulit pohon (upak nyamu) harga dibanderol Rp20.000, sedangkan yang dari anyaman rotan bermotif abstrak dibanderol Rp60.000, dan motif karakter Rp75.000.

Menurutnya, dalam sehari ada pesanan sebanyak 1-2 lusin. Sedangkan untuk biaya produksi, mengingat daya beli masyarakat saat ini cukup lemah, maka tetap diupayakan seminimal mungkin.

“Bahkan kami harus daur ulang barang yang tidak laku, seperti jawet jualan kami sebelumnya yang berbentuk tas kita bongkar ulang dan berubah konsep. Di satu sisi kami ada pekerjaan, sehingga kami masih dapat memiliki modal untuk produksi,” ungkapnya.

Namun, Benny mengharapkan untuk pangsa pasar membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, agar produk masker lokal benar-benar berfungsi dan berdampak positif mencegah Covid-19.

“Dengan pandemi Corona, saya rasa masker akan menjadi kebutuhan penting ke depannya dan berangsur-angsur menjadi gaya hidup. Di satu sisi, jika produk masker ini mendapat tanggapan positif, saya rasa ada peluang untuk para pelaku usaha dari semua sektor,” ujarnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas