Positif Tambah 1, ODP Berkurang 45

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Angka pasien yang dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19 di Kalteng terus mengalami kenaikan. Sehari sebelumnya, pasien positif Covid-19 bertambah 1, dan terbaru kembali bertambah 1 orang, Jumat (17/4).

Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng yang juga Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, keseluruhan pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Kalteng berjumlah 35 pasien, terbagi atas 8 pasien dinyatakan sembuh, 2 pasien meninggal dunia, dan 25 dalam perawatan.

“Pasien positif mengalami penambahan, demikian pula halnya dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). PDP di Kalteng mengalami kenaikan yang cukup tinggi, sebanyak 13 pasien dinyatakan PDP. Total PDP di Kalteng saat ini berjumlah 81 pasien dari sebelumnya 68 pasien,” kata Sugianto, saat menyampaikan data terbaru perkembangan Covid-19 di Kalteng, Jumat.

Dikatakan, sekarang ini total pasien yang diterima hasil laboratorium berjumlah 276. Sebanyak 35 dinyatakan positif, sementara 133 dinyatakan negatif, dan 108 sedang dilakukan pemeriksaan. Pemerintah tidak hentinya mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing dan physical distancing. Juga menjaga kebersihan dan rajin mencuci tangan diair mengalir.

Kabar cukup menggembirakan, ungkap Sugianto, datang dari Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sekarang ini ODP di Kalteng kembali turun cukup tinggi. Sebanyak 45 orang dinyatakan negatif, sehingga total ODP di Kalteng mencapai 314 orang dari sebelumnya 349.

Sementara itu, di Indonesia sendiri, berdasarkan data www.covid19.go.id sampai dengan 17 April 2020 pukul 16.00 WIB, positif Covid-19 bertambah 407 pasien, dari sebelumnya 5.516 pasien menjadi 5.923. Sebanyak 607 di antaranya sembuh atau bertambah 59 dari sebelumnya 548, sementara angka meninggal dunia mencapai 520 pasien, tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Tingkat dunia, terdapat 213 negara atau kawasan yang terdampak Covid-19. Dari semua negara tersebut, terdapat 2.159.450 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi, dengan angka kematian mencapai 145.568 pasien, sementara yang sembuh mencapai 549.592 pasien.

PDP Gumas Meninggal
Selain dari Kabupaten Kapuas, ternyata pada Kamis (16/4) malam, juga ada PDP asal Kabupaten Gunung Mas yang meninggal dunia di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Artinya, malam itu ada 2 orang PDP yang meninggal.

Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Gumas Maria Efianti, di Kuala Kurun, Jumat, mengatakan, PDP yang meninggal tersebut merupakan warga luar daerah yang kebetulan saat berkunjung ke Kabupaten Gumas dalam keadaan sakit.

“Dia berada di kabupaten ini selama enam hari. Karena sakit, oleh Puskesmas setempat dirujuk ke Doris Sylvanus dan statusnya ditetapkan PDP,” katanya.

Dia menyebut, PDP yang meninggal dunia itu seorang lanjut usia berumur 78 tahun, dan memiliki penyakit penyerta, yakni Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) menahun.

“Jadi memang sudah ada riwayat sesak napas dari beberapa lama sebelumnya, sebelum yang bersangkutan sakit. Namanya PPOK menahun berarti beberapa waktu sebelumnya yang bersangkutan sudah menderita sakit,” kata dia.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih menunggu hasil tes untuk mengetahui apakah PDP yang meninggal itu positif atau negatif Covid-19.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah sesuai protokol yang berlaku, dan melakukan persiapan-persiapan di lingkungan yang sempat dikunjungi oleh pasien.

Walau demikian, perempuan yang merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gumas ini berharap hasil tes yang keluar nantinya adalah negatif.

“Sampai 17 April 2020, tepatnya pukul 09.15 WIB, untuk Orang Dalam Pemantauan di daerah ini berjumlah 4 dan untuk PDP berjumlah 2 orang. Khusus PDP, mereka dirawat di RSUD Doris Sylvanus,” kata Maria.

Bukan Klaster Gowa
Sementara itu, PDP asal Kapuas yang sempat dirawat beberapa hari di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dan meninggal pada Kamis malam pukul 19.15 WIB, dipastikan bukan klaster jemaah ijtima Gowa, Sulawesi Selatan. Namun pada Jumat (10/4) sebelumnya sempat dilaporkan oleh salah seorang keluarganya kepada tim medis Posko Induk Covid-19 Kapuas untuk diperiksa kesehatannya karena ada melakukan kontak fisik dengan salah seorang jemaah yang mampir ke rumah korban.

Hal itu ditergaskan Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 dari Dinkes Kapuas dr Try Setya Utami dan H Junaidi Juru Bicara dari Pemkab yang juga Kadiskominfo Kapuas, saat konferensi pers di Posko Induk Covid-19 Jalan Maluku, Jumat (17/4).

“Saat ini kita masih belum bisa memastikan statusnya, sebab kita masih belum menerima informasi terkait hasil laboratorium dari RSDS, dan secara tegas saya katakan korban bukan klaster jemaah ijtima,” katanya.

Diterangkan, sebagaimana hasil perawatan yang dilakukan oleh tim medis RSUD Kapuas, korban memang ada mempunyai riwayat penyakit klinis, yaitu jantung. Karena sudah ada beberapa kali mengecek kesehatannya dan sempat dirawat, namun pada saat dirawat ada membawa penyakit lain yang mengarah kepada phenuomia, makanya setelah 3 hari dirawat di RSUD Kapuas lalu dirujuk ke RSDS Palangka Raya yang selanjutnya meninggal setelah menjalani perawatan oleh tim medis di RSDS kurang lebih selama 4 hari.

Pulpis Zona Merah
Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) kini menjadi zona merah setelah 1 PDP dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Dengan dinyatakannya 1 pasien positif Covid-19, maka jumlah PDP yang sebelumnya 5 orang, kini menjadi 4 orang.

“Betul, 1 PDP dinyatakan positif, dari 5 orang yang sebelumhya dirujuk ke RS Doris Sylvanus untuk dilakukan penanganan,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pulpis yang juga Bupati Pulpis H Edy Pratowo H Edy Pratowo, saat konferensi pers, di Aula Mess Pemda, Jumat. ded/c-yul/c-mye/ant

iklan atas

Pos terkait

iklan atas