Satu PDP Kapuas Meninggal Dunia di RSUD Doris Sylvanus

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com-  Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Doris Sylvanus (RSDS) dinyatakan meninggal dunia, Kamis (16/4/2020) malam.

Dikonfirmasi pihak RSDS melalui Kepala Bidang Diklit, Pengembangan dan Humas RSUD Doris Sylvanus dr Riza Syahputra mengatakan, pada pukul 19.15 WIB salah seorang PDP yang dirawat di RSDS Palangka Raya meninggal dunia. Pasien tersbut merupakan rujukan dari Rumah Sakit Kabupaten Kapuas, pada Senin, 13 April 2020 lalu.

Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 58 tahun, selain karena usia pasien tersebut juga memiliki penyakit pemberat yakni penyakit pneunomia dan jantung, dan hasil laboratorium pasien tersebut belum keluar, katanya saat dikonformasi melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.

Bupati Kapuas Ben Brahim S bahat dalam pesan WhatsApp-nya menyampaikan ucapan turut berdukacita atas meninggalkan almarhum (A) Semoga isteri dan anak serta keluarga lainnya diberikan ketabahan dan kekuatan, tulisnya.

Sementara itu, angka pasien yang dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19 di Kalimantan Tengah (Kalteng) perlahan-lahan terus mengalami kenaikan. Data yang dirilis Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng, pasien positif Covid-19 mengalami kenaikan. Sebelumnya penambahan pasien positif berjumlah 8 pasien, sehingga membuat angka positif Covid-19 menjadi 33.

Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng yang juga Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, data terbaru yang dirilis terjadi penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 1 orang. Total pasien positif Covid-19 di Kalteng berjumlah 34 pasien. Terbagi atas 8 pasien dinyatakan sembuh, 2 pasien meninggal dunia, dan 24 dalam perawatan.

Pasien yang dinyatakan positif mengalami penambahan, namun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih tetap berjumlah 68 pasien. Penurunan terus terjadi pada Orang Dalam Pemantauan (ODP). Data terbaru yang dirilis, ODP di Kalteng mengalami penurunan sebanyak 15 orang, dari sebelumnya 374  orang menjadi 359, kata Sugianto, saat menyampaikan data terbaru perkembangan Covid-19 di Kalteng, Kamis (16/4).

Dikatakan, sekarang ini jumlah pasien yang diterima hasil laboratorium berjumlah 270. Sebanyak 34 dinyatakan positif, sementara 133 dinyatakan negatif, dan 1.034 sedang dilakukan pemeriksaan. Pemerintah tidak hentinya mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing dan physical distancing. Juga menjaga kebersihan, dan rajin mencuci tangan di air mengalir.

Sementara di Indonesia sendiri, berdasarkan data www.covid19.go.id sampai dengan 16 April 2020 pukul 16.00 WIB, positif Covid-19 bertambah 380 pasien, dari sebelumnya 5.136 pasien menjadi 5.516. Sebanyak 548 di antaranya sembuh atau bertambah 102 dari sebelumnya 446, sementara angka meninggal dunia mencapai 496 pasien, tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Tingkat dunia, terdapat 213 negara atau kawasan yang terdampak Covid-19. Dari semua negara tersebut, terdapat 2.072.228 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi, dengan angka kematian mencapai 137.666 pasien, sementara yang sembuh mencapai 518.600 pasien.

PDP Bartim Dirujuk ke Doris
Untuk mendapat penanganan medis yang lebih cepat, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Barito Timur (Bartim) kembali merujuk 1 orang PDP ke RSUD dr Doris Sylvanus  Palangka Raya, Rabu (15/4) malam.

Benar, guna penanganan medis lebih lanjut, kita kembali merujuk 1 orang PDP ke rumah sakit Palangka Raya (Rabu) malam tadi, kata Kepala Dinas Kesehatan Bartim dr Simon Biring, Kamis (16/4).

Simon mengatakan, Bartim kini selain 1 orang PDP  masih ada juga 1 orang pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di Palangka Raya dan juga ada 20 ODP.

Menurutnya, dengan adanya penambahan PDP di daerah itu, maka tugas berat yang diemban para tim medis ini harus didukung semua pihak, dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona yang telah ditetapkan oleh pemerintah, untuk memutus mata rantai penyebaran.

Jangan meremehkan imbauan pemerintah, apalagi kini ada kemungkinan OTG (Orang Tanpa Gejala) lalu-lalang ke mana-mana, kita tidak tahu yang bersangkutan sudah menulari siapa. Oleh karenanya mari kita taati imbauan pemerintah dan tetaplah jaga jarak serta kenakan masker,” ajak Simon. ded/c-yus/dor/mk-com

iklan atas

Pos terkait

iklan atas