Stok Darah Berkurang saat Corona, UTD PMI Kota “Jemput Bola” Pendonor

  • Whatsapp
Stok Darah Berkurang saat Corona, UTD PMI Kota "Jemput Bola" Pendonor
Kepala UTD PMI KOta Palangka Raya dr Maria Dewi Purwanti (masker hitam) saat memantau kegiatan donor daerah di Polda Kalteng, Rabu (15/4/2020). LIU

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Berbagai skenario dilakukan oleh Unit Transfusi Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palangka Raya untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasokan darah di tengah musibah pandemi virus Corona (Covid 19). Salah satunya dengan “menjemput bola” kepada pihak yang bersedia bekerja sama menjadi sukarelawan donor darah.

Kepala UTD PMI Kota Palangka Raya dr Maria Dewi Purwanti menyampaikan, semenjak adanya wabah Covid-19 ini, persediaan darah menurun deratis. Jika sebelumnya bisa mengumpulkan 1.200 kantong darah per harinya, kini hanya separuhnya saja, sementara permintaan dari masyarakat tidak berkurang bahkan bisa meningkat.

“Stok darah di UTD turun drastis semenjak ada Corona, segala upaya coba kami lakukan, karena semua rencana kegiatan donor darah yang sudah diatur dengan mitra sejak awal semuanya batal. Kami mengajak masyarakat untuk tetap donor darah karena tidak ada pengaruhnya terhadap Covid-19. Tidak ada penularahn virus Corona melalui donor darah, jadi aman,” kata Maria, Rabu (15/4/2020).

Kebutuhan darah di Palangka Raya cukup tinggi, setiap bulannya mencapai 1.200-1.500 kantong darah, namun semenjak ada wabah virus Corona, jumlahnya persediaan turun drastis. Pada Maret hanya mendapatkan 670 kantong darah, sebelumnya bisa sampai 1.000 lebih setiap bulannya. 80 persen masih memenuhi permintaan dari RSUD Doris Sylvanus sebagai rumah sakit rujukan.

Bahkan untuk memenuhi permintaan, UTD Kota Palangka Raya terpaksa mendatangkannya dari UTD PMI Kotim. Cara ini memiliki risiko karena kondisi darah tidak sebaik yang diambil langsung di Kantor UTD Palangka Raya, namun untuk memenuhi jumlah permintaan hal itu tetap dilakukan.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap melakukan donor darah karena tidak bukti bahwa Corona bisa menular melalui transfusi darah, bahkan di Kantor UTD pihaknya juga menggunakan peralatan yang semuanya steril. Petugasnya menggunakan baju pelindung dan sarung tangan. yml

Pos terkait