Tes Sampel Covid-19 Habis

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali merilis data terkait dengan sebaran paparan virus Corona atau Covid-19 di Kalteng.

Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, sekarang ini kasus pasien positif Covid-19 tidak mengalami peningkatan.

“Jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Kalteng masih tetap 25 pasien. Delapan pasien dinyatakan sembuh, 16 pasien masih dalam perawatan, dan 1 pasien meninggal dunia. Seiring dengan tidak ada penambahan pasien positif, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga mengalami penurunan,” kata Gubernur Kalteng ini, Selasa (14/4), di Palangka Raya.

Sugianto menyampaikan, ODP di Kalteng selama beberapa hari terakhir terus mengalami penurunan. Hari sebelumnya ODP di Kalteng turun sebanyak 83 orang, dari sebelumnya 571 menjadi 488 orang. Sekarang, ODP di Kalteng kembali mengalami penurunan sebanyak 76 orang. Dari sebelumnya 488 sekarang menjadi 412 orang.

ODP, lanjut Sugianto, memang mengalami penurunan. Namun, perlu menjadi kewaspadaan bersama, sebab jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) justru mengalami kenaikan. Sehari sebelumnya PDP di Kalteng bertambah 1 pasien, dari sebelumnya 65 pasien menjadi 66 pasien. Sekarang ini, PDP kembali mengalami kenaikan menjadi 72 pasien.

Meningkatnya jumlah PDP, ungkap Sugianto, berdampak pada jumlah keseluruhan PDP di Kalteng sejak awal. PDP di Kalteng secara keseluruhan sejak awal sampai dengan saat ini berjumlah 246 pasien. Sebanyak 25 dinyatakan positif, 125 dinyatakan negatif, dan 93 masih dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul, menyampaikan, angka kenaikan pasien yang dinyatakan positif Covid-19 masih mungkin terjadi. Namun dia mengajak untuk bersama-sama berdoa agar hasilnya negatif. Apabila negatif semua, ini menjadi bukti upaya pemerintah dalam menekan penyebaran virus Covid-19 dan dukungan masyarakat berjalan dengan baik dan lancar.

Permasalahannya, kata Suyuti, reagen primer atau bahan baku untuk melakukan tes sampel Covid-19 di sejumlah daerah habis. Kondisi ini membuat pengujian sampel menjadi tertunda, hasil pengujian pun akan tertunda untuk dikirimkan kembali ke Kalteng. “Semoga saja, hasil sisa sampel yang dikirim itu negative,” ucapnya.

Sementara itu, di Indonesia sendiri, berdasarkan data www.covid19.go.id sampai dengan 14 April 2020 pukul 16.00 WIB, positif Covid-19 bertambah 282 pasien, dari sebelumnya 4.557 pasien menjadi 4.839. Sebanyak 426 di antaranya sembuh atau bertambah 46 dari sebelumnya 380, sementara angka meninggal dunia mencapai 459 pasien, tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Tingkat dunia, terdapat 213 negara atau kawasan yang terdampak Covid-19. Dari semua negara tersebut, terdapat 1.920.918 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi, dengan angka kematian mencapai 119.686 pasien, sementara yang sembuh mencapai 453.289 pasien.

Dua Kecamatan Zona Merah
Bupati Kobar Hj Nurhidayah selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kobar mengatakan, perkembangan penanganan penyebaran Covid-19 di Kobar mulai menunjukkan hasil baik. Saat ini Kecamatan Kumai, Arut Utara dan Kecamatan Kotawaringin Lama masuk zona hijau, sedangkan Kecamatan Pangkalan Banteng zona kuning dan Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Pangkalan Lada masuk zona merah.

“Dua kecamatan yang masuk zona merah saat ini terus dilakukan tracking dan hanya tinggal beberapa, tidak terlalu meluas penyebarannya. Dua kecamatan yang zona merah ini asal dari 4 orang pasien yang positif Covid-19, kami terus lakukan pemantauan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya, Selasa (14/4).

Dijelaskan, kondisi 4 orang pasien yang positif Covid-19 dalam pemulihan dan kondisinya stabil, begitu pun dengan 14 orang yang saat ini sedang dalam karantina di rumah sakit darurat penanganan Covid-19 di Klinik Kusuma tidak ada menunjukkan gejala klinis Covid-19. ded/c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas