Terpaksa Tetap Berjualan Meskipun Ada Rasa Takut

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/Tabengan.com – Pembatasan sosial yang ditetapkan selama wabah Corona melanda, menyisakan persoalan tersendiri bagi pelaku usaha kecil di Kota Palangka Raya.

Indu Jia, penjual ikan air tawar di bilangan Jalan Tjilik Riwut mengeluhkan kondisi tersebut, karena pendapatannya berkurang hampir separuh dari biasanya.

Di lapaknya ikan bawal dibanderol Rp50.000-60.000 per kilo, tergantung ukuran besar atau kecilnya. Sedangkan udang air tawar seharga Rp80.000 per kilo dan ikan kering Rp30.000 perkilo.

Indu Jia mengakui sangat takut sebenarnya untuk keluar rumah, apalagi ketika diumumkan untuk selalu menjaga jarak. Tetapi hal tersebut ditepisnya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Takut sebenarnya, tapi kalau diam di rumah gimana, jadi ya keluar terus, kalau gak, bagaimana bisa makan, bayar barak,” bebernya saat dibincangi Tabengan, Minggu (12/4/2020).

Sebelum Corona mewabah, per hari ikan yang dijualnya sebanyak 80 kilogram terjual. Tetapi selama wabah Corona hanya 10 sampai 20 kilo terjual karena sepinya pembeli.

“Sehari biasa Rp100.000-150.000 bisa bawa uang pulang, tapi sekarang paling-paling Rp50.000,” imbuhnya.

Masih di seputaran Jalan Tjilik Riwut, Mariana, penjual nasi kuning juga merasakan hal yang sama. Diakuinya selama wabah Corona warungnya sepi dari warga yang membeli nasi kuning.

“Sepi, biasa sebelum Corona jam 8 sudah habis jadi bisa tutup jam 9, karena rame yang beli. Tapi semenjak Corona jadi sepi jam 10 saja belum habis, jadi sekitar jam 12 baru tutup karena sepi sekali,” ungkapnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas