Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov Kalteng Pertimbangkan Opsi PSBB

  • Whatsapp
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov Kalteng Pertimbangkan Opsi PSBB
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Pemerintah mempersiapkan opsi dalam mengantisipasi dalam mencegah penyebaran paparan virus Corona atau Covid-19 di Kalimantan Tengah (Kalteng). Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng Sugianto Sabran melalui Wakil Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng Suyuti Syamsul menyampaikan, Kalteng sekarang sedang mempertimbangkan opsi PSBB.

Suyuti menjelaskan, beberapa hari terakhir kasus positif Covid-19 di Kalteng mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tidak itu saja, kasus meninggal dunia yang disebabkan oleh Covid-19 ini juga terus bertambah. Sebelumnya hanya 1 kasus, namun ada kabar terbaru ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di Kabupaten Kotawaringin Timur akibat kasus yang sama.

“Meninggalnya 1 pasien yang positif Covid-19, dan ditambah dengan PDP yang baru saja meninggal, apabila hasil  laboratorium nantinya psotif Covid-19, maka angka kematian atau case fatality rate (CFR) mengalami peningkatan dari sebelumnya 4 persen, menjadi 8 persen. Persentase ini membuat angka CFR Kalteng di atas nasional,” kata Suyuti, saat menyampaikan informasi terkait dengan kasus Covid-19 di Kalteng, Sabtu (11/4/2020), di Palangka Raya.

Menyikapi jumlah kasus yang terus meningkat, lanjut Suyuti, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi sebuah opsi kebijakan untuk terus menekan angka kasus Covid-19 di Kalteng. Penerapan PSBB seperti menekan kerumunan, angkutan umum jumlah dibatasi, aktivitas bisnis dibatasi, sampai pada berbagai hal. Namun demikian, penerapan PSBB di Kalteng diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten dan kota.

Contohnya, kata Suyuti, sekarang ini di Jawa Barat sedang diajukan PSBB untuk daerah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kalteng dapat mencontoh apa yang dilakukan Jawa Barat, tapi kembali ke masing-masing daerah, apakah ingin melaksanakan PSBB atau tidak. Kepala daerah untuk mengajukan permohonan untuk melaksanakan PSBB ke gubernur, nantinya gubernur yang akan mengajukan ke pemerintah pusat.

Pemprov berharap, ungkap Suyuti, PSBB menjadi kajian daerah untuk dapat dilaksanakan. Tujuannya, penyebaran virus Covid-19 ini dapat terus ditekan semaksimal mungkin. Apabila ada pengajuan dari kabupaten dan kota ke provinsi, maka akan disampaikan ke kementrian kesehatan. Penerapan PSBB tentu akan berdampak pada masalah ekonomi. Ini akan dibicarakan kemudian, berapa yang menjadi porsi kebupaten dan kota, dan berapa yang menjad porsi provinsi.ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas