25 Kasus Covid-19 di Kalteng, 8 Sembuh, 1 Meninggal

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Penanganan pasien terpapar virus Corona atau Covid-19 terus dilakukan secara serius oleh pemerintah. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran Rp18,7 miliar dan bisa ditambah Rp500 miliar apabila memang kasus Covid-19 ini masih berkepanjangan di Kalteng.

Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, di Kalteng sekarang ini sudah terdapat 25 pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Terbanyak di Palangka Raya dengan 15 kasus, disusul Kabupaten Kotawaringin Barat 4 kasus, Kotawaringin Timur 3 kasus, kemudian Katingan, Kapuas, dan Barito Timur masing-masing 1 kasus.

Sugianto menerangkan, terdapatnya kasus positif Covid-19 di 6 wilayah Kalteng, maka ditetapkan pula daerah tersebut masuk dalam kategori zona merah. Di Kalteng juga untuk pertama kali pasien positif Covid-19 meninggal dunia asal Kabupaten Kapuas. Dari total 25 pasien yang positif tersebut, terdapat 8 pasien yang dinyatakan sembuh.

“Sekarang ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kalteng berkurang 4 orang. Dari sebelumnya 640 menjadi 636. Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 1 pasien, dari sebelumnya 68 menjadi 69 pasien. Jumlah ini tentunya diupayakan untuk dapat terus dilakukan penekanan, sehingga kondisi kembali normal,” kata Sugianto di Palangka Raya, Jumat (10/4).

Terpisah, dr Try Setya Utami, anggota Bidang Humas, Informasi dan Komunikasi Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Kapuas, mengakui PDP asal Kapuas yang meninggal di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya itu statusnya positif Covid-19.

“Kami mendapat kabar dari surveilans Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng bahwa pasien PDP dari Basarang yang meninggal 8 April 2020 jam 23.00 WIB, hasil labnya positif Covid-19,” kata dr Try melalui pesan WhatsApp di Kuala Kapuas, Jumat.

Terhadap riwayat kontak erat, lanjut dr Try, yakni keluarga serumah, teman seperjalanan, termasuk petugas kesehatan akan diisolasi dan diperiksa. Pemantauan kesehatan dilakukan selama 14 hari sejak kontak terakhir dengan almarhum tersebut.

Dijelaskannya, PDP tersebut pada 1 April 2020 malam hari dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus. Di rumah sakit itu sudah dilakukan pemeriksaan spesimen dan dikirim ke laboratorium rujukan.

Pasien itu mempunyai riwayat perjalanan, ikut rombongan ke acara Ijtima Ulama di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, namun dia baru sampai Makassar, sudah dipulangkan karena acara itu dibatalkan.

“Menurut informasi dari surveilans mengonfirmasikan bahwa beliau (PDP) tidak sampai ikuti ke Gowa. Jadi beliau hanya sampai di Makassar,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kapuas Junaidi, menambahkan.

Sementara itu, update hingga 10 April 2020 pukul 16.00 WIB, berdasarkan data www.covid19.go.id positif Covid-19 di Indonesia bertambah 219 pasien, dari sebelumnya 3.293 menjadi 3.512. Sebanyak 282 di antaranya sembuh atau bertambah 60 dari sebelumnya 222, sedangkan meninggal dunia mencapai 306 pasien, tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Tingkat dunia, terdapat 207 negara atau kawasan yang terdampak Covid-19. Dari semua negara tersebut, terdapat 1.605.548 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi, dengan angka kematian mencapai 95.808 pasien, sementara yang sembuh mencapai 356.161 pasien. ded/dkw/ant

iklan atas

Pos terkait

iklan atas