Dampak Covid-19, Perekonomian Terganggu, Begini Solusinya

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Status Tanggap Darurat Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalteng dengan menerapkan aturan pembatasan aktivitas di luar rumah, seperti bekerja dari rumah, belajar dari rumah, disinyalir berdampak besar terhadap siklus perekonomian di Bumi Tambun Bungai.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Kalteng Miar P Bahar, Rabu (8/4), mengatakan, setelah penerapan aturan tersebut, aktivitas ekonomi masyarakat menurun secara signifikan. Banyak toko sembako, usaha fotokopi, warung makan, warung sayur yang tutup lebih awal sejak diberlakukan aturan pemerintah.

“Ya, saya lihat sendiri di lapangan dengan melakukan survei untuk melihat situasi dan kondisi perekonomian kita. Ternyata, memang banyak toko yang tutup lebih awal dikarenakan sepinya pengunjung dan pembeli. Bahkan, aktivitas di Pasar Besar pun berkurang drastis, tidak seperti saat sebelum diberlakukan aturan pemerintah tersebut,” ujar Miar.

Miar melanjutkan, ketika melakukan survei di lapangan, ditemukan fakta warung makan yang masih buka dengan normal, konsumennya berkurang drastis sekitar 50 hingga 70 persen dari biasanya.

“Saya juga survei ke Hypermart, memang terlihat sekali minim pengunjung. Karena pengunjung mall itu sendiri hanya sekitar 45 persen. Rekan-rekan ojek online pun sepi orderan, tukang bangunan sepi pekerjaan, hotel-hotel dan restoran juga sepi pengunjung. Bahkan ada hotel yang tidak menerima tamu lagi,” paparnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) ini mengatakan, kondisi sekarang merupakan dampak dari wabah virus Corona (Covid-19). Terkhusus bagi mereka yang menurun tingkat pendapatannya, maka akan berimbas pada penurunan daya beli.

Miar menyebut, keadaan ini dikhawatirkan bila terus berlangsung akan meningkatkan persentase kemiskinan. Karena itu, kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah diharapkan dapat tepat sasaran dalam penyalurannya.

“Semoga dana BLT tersebut dapat tersalurkan tepat sasaran, jangan ada yang disalahgunakan. Sementara, bagi teman-teman kita yang berusaha dengan modal kredit perbankan, seperti UMKM, maka kebijakan angsuran kredit sangat diharapkan. Khusus untuk menggairahkan giat ekonomi, kebijakan suku bunga kredit modal kerja sangat diharapkan dari pihak yang berwenang,” ujar Miar, memberi solusi. bob

iklan atas

Pos terkait

iklan atas