Urus Kartu ATM, Lansia Tewas di Depan BRI

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Unit Seth Adji, Kota Palangka Raya dan masyarakat sekitar dikagetkan dengan sesosok pria lanjut usia (lansia) yang tergeletak dan meninggal dunia di parkiran, Rabu (8/4) siang.

Pria yang diketahui bernama Abdul Mataha (62) warga Jalan Cendana, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut tersebut sedianya hendak mengurus perpanjangan masa aktif kartu ATM di BRI.

Informasi di lapangan, korban datang ke BRI KCP Unit Seth Adji menggunakan ojek online dari rumahnya. Sesampainya di BRI, korban lantas duduk di kursi depan bank.

Tak berapa lama, korban berpindah dan duduk ke lantai. Saat itulah korban seolah menarik napas dan tiba-tiba saja tersungkur ke lantai.

“Pria yang ditemukan meninggal itu bernama Abdul Mantaha (62), warga Jalan Cendana 22, Kota Palangka Raya itu diduga karena sakit jantung,” kata Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri saat dihubungi, Rabu.

Jaladri mengatakan, laki-laki tersebut ditemukan di depan unit ATM Bank BRI oleh warga sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak lama kemudian, petugas dari RSUD dr Doris Sylvanus dan anggota kepolisian dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) langsung mengevakuasi yang bersangkutan ke kamar jenazah untuk dilakukan visum.

“Jadi yang bersangkutan ini bukan korban akibat Covid-19, melainkan meninggal karena penyakit yang dideritanya,” ujarnya pula.

Jaladri menegaskan, saat dievakuasi yang yang bersangkutan bukan masih hidup, melainkan sudah meninggal dunia karena penyakitnya.

“Jadi yang bersangkutan sudah meninggal saat dilakukan evakuasi petugas,” kata dia pula.

Taneah, istri Abdul Mantaha (korban), mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut diberitahu oleh anggota kepolisian, sehingga langsung datang ke rumah sakit untuk melihat suaminya tersebut.

“Saya tahu setelah ada polisi datang ke rumah. Kebetulan saat ke rumah, suami saya tidak ada,” ucap Taneah, sang istri.

Ia pun menyebutkan, tidak ada keluhan sakit dari suaminya selama ini. Bahkan suaminya tidak pernah keluar Kota Palangka Raya.

“Setahu saya mau ngurus perpanjangan kartu ATM yang sudah mati,” jelasnya.

Pantauan Tabengan, proses evakuasi dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 menggunakan mobil ambulans RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Demi mencegah adanya kemungkinan Covid-19, evakuasi dilaksanakan dengan mengenakan APD. fwa/ant

iklan atas

Pos terkait

iklan atas