Diserahkan ke BKSDA, Ada 30 Ekor Ular Sanca dalam 10 Karung

  • Whatsapp
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Setelah dilaporkan ke Polres Kotawaringin Timur, 10 karung berisi ular sanca yang ditemukan oleh warga di Jalan Banitan Raya Kecamatan Baamang, Selasa (7/4/2020) malam, akhirnya diserahkan ke BKSDA Pos Sampit. Setelah dihitung, ternyata dalam 10 karung tersebut berisi sekitar 30 ekor ular.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengungkapkan, ular-ular tersebut akan dibawa ke Pangkalan Bun dan rencananya akan dilepasliarkan di kawasan Suaka Margasatwa Lamandau.

“Ular-ularnya masih hidup semua. Malam tadi ada bau busuk, setelah dicek ternyata kotorannya,” terang Muriansyah saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2020) pagi.

Disampaikannya, pihaknya tidak melepasliarkan ular-ular tersebut di sekitar Sampit karena dianggap rawan. Pasalnya, bisa ditangkap warga kembali ataupun menyerang warga.

“Di sekitaran Sampit sulit mencari lokasi yang pas atau cocok untuk melepasliarkannya,” jelas Muriansyah.

Muriansyah menduga ular-ular tersebut bukan sengaja dibuang, karena ada nilai ekonomisnya.

“Mungkin ketakutan, karena ada razia polisi, atau ketakutan melihat ada polisi. Atau sengaja diletakkan di tempat tersebut supaya nanti ada yang mengambil. Dugaan kami, ular-ular itu sengaja dikumpulkan oleh oknum warga. Mau proses pengangkutan dan mau dijual, namun berhasil diamankan oleh pihak kepolisian,” tandasnya.

Menurut Muriansyah, walaupun bukan termasuk jenis satwa yang dilindungi, namun perdagangan ular sanca kembang harus mengikuti aturan yang berlaku, PP Nomor 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.

“Harus memiliki izin pengumpul atau penangkaran,” pungkasnya. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas