Bisnis Online Makanan Siap Saji Merosot

  • Whatsapp
iklan atas

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Penyebaran virus Corona yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat berdampak pada menurunnya pendapatan para pelaku usaha rumahan. Seperti bisnis makanan siap saji online, kini pelaku usaha harus urut dada, karena pendapatan menurun dan harga kebutuhan dapur mengalami kenaikan.

Ratna Puspitasari, seorang pelaku usaha online, mengatakan, setelah diberlakukan stay at home, bisnis online mengalami penurunan hampir 50 persen, karena selama ini yang biasa pesan kebanyakan kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Kobar yang selalu pesan paket makan siang.

“Sejak diberlakukannya tinggal di rumah dan ASN yang masuk kantor saat ini sistem shift, pendapatan menurun tajam. Sebelum adanya masalah virus Corona sehari bisa menghabiskan 5 Kg ayam, kalau sekarang 2 Kg ayam pun susah sekali karena tidak ada yang delivery. Padahal, saya siap antar ke rumah pemesan,” kata Ratna kepada Tabengan, Senin (6/4).

Ratna mengatakan, meski ada rasa khawatir pada saat mengantar pesanan ke rumah-rumah pemesan di tengah kondisi seperti ini, apalagi sejak Kobar ada yang positif virus Corona, namun demi bertahan hidup semua rasa takut dan khawatir dilupakan sejenak.

Menurutnya, masalah Corona ini berdampak pada harga-harga kebutuhan pokok di pasar, seperti harga cabai, bawang merah dan bawang putih. Sedangkan untuk harga ayam mengalami penurunan drastis.

“Bertahan saja, itu yang saya lakukan saat ini. Meski bisnis yang biasa saya geluti ini mengalami penurunan, tetapi saya berharap harga-harga di pasar jangan ada kenaikan. Kalau untuk harga ayam alhamdulillah mengalami penurunan tajam, awalnya Rp45.000/Kg sekarang Rp28.000/Kg. Tetapi harga yang lainnya naik semua, dan sangat tidak mungkin saya menaikkan harga paket makan siang,” ujar Ratna.

Ratna menuturkan, selama satu tahun dirinya menjual paket makan siang dengan harga Rp25 ribu/paket siap antar, dan sekarang di tengah harga kebutuhan dapur mengalami kenaikan, paket makan siang dijual dengan harga yang sama.

“Saya selalu berharap dan berdoa semoga masalah virus Corona ini berakhir, dan masyarakat kembali normal menjalani aktivitasnya. Saya tidak bisa membayangkan, jika masalah ini berkepanjangan, bagaimana perekonomian masyarakat seperti saya ini,” kata Ratna, prihatin. c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas