Ruangan Isolasi Alternatif Siap Difungsikan

  • Whatsapp
iklan atas

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Sejak Kabupaten Kotawaringin Barat meningkatkan status tanggap darurat Covid-19, Gugus Tugas Covid-19 Kobar pun fokus pada penyediaan ruangan isolasi alternatif di eks Klinik Kusuma. Saat ini hampir 100 persen ruang isolasi alternatif bisa digunakan.

Juru bicara Covid-19 Kabupaten Kobar Rody Iskandar mengatakan, pengerjaan kelengkapan sarana dan prasarana ruangan isolasi alternatif di eks Klinik Kusuma hampir selesai, sehingga jika terjadi peningkatan kasus pasien Covid-19, ruangan isolasi tersebut bisa digunakan.

“Hingga hari ini, Senin (6/4/2020), alhamdulillah eks Klinik Kusuma yang kita gunakan sebagai ruangan isolasi alternatif telah siap pengerjaannya. Di sana ada 14 ruangan, semua ruangan telah dibersihkan dan telah selesai. Saat ini masih ada pengerjaan sedikit pada bagian ruangan tengah bagian tanam di ruangan tengah karena harus tertutup,” kata Roddy.

Ruangan isolasi alternatif yang siapkan itu, lanjut Roddy, antisipasi jika ada penambahan pasien Covid-19, mengingat saat ini di Kabupaten Kobar telah ada 2 pasien yang positif terinfeksi Covid-19 sehingga diperlukan berbagai persiapan dalam rangka antispasi jika terjadi hal-hal yang terburuk.

“Selain Klinik Kusuma, kami pun menyiapkan gedung LPTQ yang kini masih dalam proses pengerjaannya. Di dua tempat inilah ketika ruang isolasi yang ada di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun penuh maka kita telah siapkan tempat alternatif ini,” ujar Roddy.

Roddy menyebut jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 127 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 7 orang ada pengurangan 2 orang PDP karena hasil swab sampelnya negatif dan keduanya telah pulang ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Fahruddin mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel Swab dari 7 orang PDP, termasuk 2 sampel swab milik 2 orang jemaah tabligh yang positif terkonfirmasi pada saat pemeriksaan rapid test pada Jumat (3/4/2020).

“Hasil rapid test tidak bisa di jadikan dasar, sehingga 2 orang jemaah tabligh yang positif pada saat rapid test sudah kita lakukan pengambilan sampel swabnya tinggal menunggu hasilnya dari Surabaya,” ujar dr Fahruddin. c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas