Ratusan Kendaraan Antre Masuk Katingan

  • Whatsapp
Ratusan Kendaraan Antre Masuk Katingan
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan kepada penumpang saat melintas pos perbatasan sebelum memasuki Kabupaten Katingan, Minggu (5/4). TABENGAN/ARIS MUNANDAR
iklan atas

KASONGAN/tabengan.com – Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19), sejumlah daerah di Kalimantan Tengah melakukan pengetatan terhadap arus keluar masuk orang.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Katingan, ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat beserta pengendara dan ribuan penumpangnya dari arah Kota Palangka Raya memasuki perbatasan Kota Kasongan, Kabupaten Katingan terpaksa antre.

Pasalnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Katingan melakukan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan thermo scan (suhu badan) serta mendata identitas terhadap pengendara dan penumpangnya, Minggu (5/4) pagi. Pemeriksaan dilakukan di Jalan Tjilik Riwut Km 17 Desa Hampangen, Kecamatan Katingan Hilir, tepatnya 10 Km setelah perbatasan antara Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan.

Tim yang melakukan pemeriksaan dan penyemprotan warga dari luar daerah yang datang ataupun melintas ke Kasongan, di antaranya terdiri dari sejumlah pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, anggota TNI/Polri, anggota Tagana, anggota Satpol PP, pegawai Puskesmas Kasongan II dan sejumlah relawan.

Pantauan Tabengan di lapangan, para penumpang angkutan dan pengguna jalan yang berasal dari Palangka Raya maupun daerah lainnya, diminta singgah untuk disemprot dan dicek suhu tubuh serta didata identitasnya.

Adapun jenis cairan yang disemprotkan ke kendaraan dua dan roda empat, yang digunakan oleh tim menurut informasi petugas, selain air tawar juga dicampur dengan cairan disinfektan.

Sedangkan yang disemprotkan kepada pengendara dan penumpangnya hanya menggunakan air tawar dicampur dengan sabun anti bakteri yang biasa digunakan untuk mandi. Hal itu untuk mengantisipasi melekatnya virus Corona di sekitar pakaian yang digunakan pengendara dan penumpang.

Pemeriksaan di Kapuas
Sementara di Kabupaten Kapuas, Pemerintah Kecamatan Tamban Catur di-backup aparat TNI-Polri dan aparat Desa Tamban Baru Timur juga memperketat masuk dan keluarnya orang, baik dari Kalsel maupun Kalteng, semua yang lewat tidak lepas dari pemeriksaan.

Camat Tamban Catur Rustam Adji SPd, MA, saat dibincangi Tabengan di Posko Induk Covid-19 Kabupaten Kapuas, Minggu, mengatakan, saat ini petugas yang ditugaskan ada dari unsur kecamatan, 2 tim kesehatan dan 1 dari TNI-Polri, juga dibantu dari relawan desa setempat.

“Sejak didirikan secara swadaya tim penjaga di posko sudah memulangkan 2 keluarga pendatang asal Banjarbaru, Kalsel yang akan mengunjungi keluarganya di wilayah kita, karena pada saat pemeriksaan suhu tubuh mereka ada yang lebih dari 39 atau hampir mencapai 40 derajat,” kata Camat.

Dia menjelaskan, posko itu didirikan untuk mengantisipasi masuknya orang dari luar daerah Kapuas, sebab berada di Km 17 dan merupakan salah satu jalan alternatif bagi orang luar Kalteng, selain posko di perbatasan Km 14 Anjir Serapat Timur.

Karena itu, tambahnya, berdasarkan arahan dan instruksi Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat, mulai hari ini (kemarin) keberadaan posko ini menjadi perhatian serius bagi Pemkab dan akan dilakukan penjagaan secara ketat yaitu 24 jam. c-dar/c-yul

iklan atas

Pos terkait

iklan atas