Mura Belum Terima Rapid Test dan APD

  • Whatsapp
iklan atas

PURUK CAHU/tabengan.com – Baru-baru ini Pemprov Kalteng telah menerima 2.400 rapid test dan 3.000 Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 dari Pemerintah Pusat. Namun kedua peralatan medis tersebut belum sampai ke Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Bupati Perdie M Yoseph mengharapkan bantuan yang diterima nantinya bisa mendapatkan kuota yang cukup untuk mengakomodir kebutuhan penanganan Covid-19 di Mura. Khusus berkenaan dengan APD, menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan drSuria Siri, ketersediaan APD dimaksud masih relatif cukup.

Namun, karena pemakaian APD hanya boleh digunakan satu kali pakai saja sebagai langkah antisipasi kekurangan, maka penambahan APD di Mura masih sangat dibutuhkan untuk melindungi tenaga medis dari risiko tertular disaat menangani pasien Covid-19.

Lebih lanjut Kadiskes menerangkan kegunaan rapid test supaya diketahui semua pihak. Rapid test adalah sebuah alat diagnosis atau screening corona virus dengan tingkat akurasi 60 persen. Berdasarkan ketentuan dari Pemerintah Pusat, rapid test akan digunakan screening secara massal.

“ APD kita masih cukup untuk kondisi sementara ini. Meskipun terbilang cukup sebagai langkah antisipasi kekurangan APD akibat dari ledakan pemeriksaan masal menggunakan rapid test maka, saya rasa APD mutlak masih sangat dibutuhkan sekali penambahan mengingat APD hanya boleh dipergunakan satu kali saat menangani pasien Covid-19,” ungkap Suria Siri

Sementara itu Bupati Perdie M Yoseph saat dihubungi via HP, Minggu (5/4) mengatakan ia akan menyerahkan sepenuhnya kepada Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Mura untuk mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Ditegaskan Perdie, apabila pemberlakuannya memang harus secara missal, maka wajib seluruh warga Mura melaksanakan rapid test tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran corona virus.

Selain mengimbau mengikuti rapid tes yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan, bupati juga minta kepada warga Mura untuk disiplin menjalankan physical distancing. Kepada warga Mura yang baru baru ini ada riwayat perjalanan ke luar daerah, Perdie minta melakukan karantina mandiri selama 14 hari guna memastikan tidak terinfeksi Covid-19, sehingga dengan melakukan karantina mandiri diharapkan tidak berpotensi akan memberikan resiko tertular maupun menyebarkan corona virus bagi lingkungan sekitar.

ODP Bertambah Jadi 20 Kasus
Kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Murung Raya dalam sepekan mengalami lojakan menjadi 20 kasus. Sedangkan kasus PDP tidak ada penambahan masih 2 kasus, sedangkan kasus suspect nihil.

Kendatipun baru baru ini Mura kedatangan 28 peserta Tabliqh Akbar Ijtima Ulama yang dilaksanakan di Gowa Provinsi Sulawesi Selatan menggunakan transportasi kapal laut menurut hasil pemeriksaan tidak ada yang terindikasi terpapar corona virus.

Kepala Dinas Kesehatan Mura drSuria Siri, Minggu (5/4) mengatakan 28 peserta peserta Tabliqh Akbar Ijtima Ulama tersebut telah menjalani proses pemeriksaan dan sekarang tengah menjalani proses karantina mandiri sesuai protap.

Sementara itu update terakhir dari Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya mengenai perkembangan kasus Covid-19 selengkapnya dijelaskan bahwa di Kecamatan U’ut Murung kasus PDP 0 dan ODP 1 orang. Kemudian Kecamatan Tanah Siang Selatan kasus PDP 0 dan ODP 2 orang, Kecamatan Barito Tuhup Raya (Batura) kasus ODP 1 dan PDP 0 orang.

Selanjutnya, Kecamatan Laung Tuhup ditemukan kasus PDP 1 dan ODP 5. Sedangkan Kecamatan Sumber Barito, Seribu Riam dan Tanah Siang tidak ditemukan kasus PDP maupun ODP. Berbeda kondisinya untuk Kecamatan Murung kasus terbanyak ODP 11 orang dan PDP 1 kasus.

Dilihat dari pantauan secara menyeluruh di Kabupaten Murung Raya terdapat total kasus ODP sebanyak 20 orang dan PDP 2 orang total terdapat 22 kasus. Penambahan 1 kasus ODP berasal dari Kecamatan Laung Tuhup, sedangkan penambahan kasus ODP, PDP, dan suspect dari kecamatan lain nihil.c-sjs

iklan atas

Pos terkait

iklan atas