Nilai Tukar Petani Kalteng Mengalami Penurunan

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Yomin Tofri menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan selama Maret 2020 mencapai 105,21 persen.

“Terjadi inflasi sebesar 0,28 persen di wilayah perdesaan. Sedangkan untuk NTP Gabungan di Provinsi Kalteng turun 2,27 poin, dari 107,48 persen pada Februari 2020 menjadi 105,21 persen pada Maret 2020,” jelas Yomin, Rabu (1/4).

Hal ini katanya dipengaruhi oleh penurunan nilai tukar subsektor tanaman perkebunan rakyat 3,01 poin, tanaman pangan 2,17 poin, peternakan 1,53 poin, dan hortikultura 0,15 poin.

“Indeks harga yang diterima petani (It) turun 2,14 poin, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik 0,25 poin,” sebut dia.

Selanjutnya dijelaskan Yomin, NTP tertinggi terjadi di subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 109,39 persen. Diikuti oleh peternakan sebesar 102,97 persen, perikanan 102,97 persen, hortikultura 101,35 persen, dan tanaman pangan 97,82 persen.

Selain itu, untuk nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) mengalami penurunan 2,17 poin, dari 108,83 persen pada Februari 2020 menjadi 106,66 persen pada Maret 2020. Sedangkan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di wilayah perdesaan sebesar 106,64 persen atau terjadi inflasi 0,28 persen.

“Terjadi kenaikan indeks harga hampir di seluruh kelompok pengeluaran rumah tangga. Kecuali pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga serta transportasi,” tandasnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas