Atletik Tetap Latihan Persiapan PON XX

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Atlet atletik Kalteng tetap melakukan latihan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2020 Papua. Bahkan latihan sudah digelar sejak Januari, agar persiapan menjadi lebih maksimal dan meraih hasil maksimal di multi event olahraga tingkat nasional yang digelar empat tahun sekali ini.

Pelatih atletik Kalteng, Karuhei menyampaikan, latihan tetap dilaksanakan meskipun saat ini sedang ramai tentang wabahnya Covid-19. Pasalnya hingga kini masih belum himbauan baik dari Pengurus Besar (PB) PON maupun pemerintah pusat mengenai perubahan jadwal, apakah tetap digelar sesuai jadwal atau ada perubahan.

“Kami sambil berjalan saja, tidak menunggu kapan itu PON tetap mengacu pada jadwal sebelumnya, karena takutnya nanti pas PON itu digelar tepat waktunya, sementara kita tidak siap, maka repot. Oleh sebab itu saya tetap program, atlet kita itu mulai Januari sudah melakukan persiapan umum,” kata Karuhei saat ditemui usai memimpin atletnya berlatuh di Sanaman Mantikei, Rabu (1/4).

Menurut Karuhei, persiapan atlet idelanya 10 bulan dan minimal delapan bulan. Jika mengacu pada jadwal PON yang sudah ditetapkan sebelumnya, 20 Oktober-2 November 2020, maka idealnya persiapan mulai digelar Januari. Selama kurang lebih empat bulan latihan ini, masih dalam program umum, 60 persen fisik dan 40 persen teknik. Jika atlet diistirahtkan total, maka untuk mengembalikan kondisi atlet ini sangat sulit.

“Setelah itu masuk ke persiapan khusus, mulai memperbanyak teknik. Latihan tekniknya ditonjolkan karena atlet kita ini rata-rata main di nomor teknik dasa loma, lompat tinggi galah dan sprint,” imbuh Karuhei.

Sementara itu, suruh atlet atletik di Pelatnas salah satunya dari atlet Kalteng, Eko Rimbawan sudah dikembalikan ke daerahnya masing-masing oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) untuk persiapan menghadapi PON baik Pengprov PASI maupun KONI daerahnya.

Setelah ada kepastian mengenai jadwal pelaksanaan PON, maka Eko akan akan dipanggil untuk bergabung latihan di Palangka Raya. Saat ini Eko masih menjalani latihan kondisioning di kampung halamannya di Kabupaten Sukamara.

Selama latihan fisik, berupa latihan beban selama tiga kali seminggu, mulai dari Senin, Rabu dan Jumat. Kemudian dua kali seminggu latihan teknik, lari, lempar, lompat. Selama latihan masih menggunakan biaya mandiri, sambil menunggu latihan resmi dari KONI Provinsi Kalteng.

Melihat peluang prestasi di PON XX nanti, lanjut Karuhei, paling tidak bisa menyamai hasil yang diraih pada babak kualifikasi PON 2019. Pada saat itu berhasil meraih 1 medali perak dan 2 perunggu di nomor sprinter 100 dan 200 meter. Kemudian di lompat tinggi galah, Hasan Basri melampaui limit lompatan 4,80 meter dan Arif Anugerah Ilahi dapat perunggu di dasa lomba.

Demi mencapai target ini, ia tidak terlena dengan situasi ini, sehingga tetap berlatih karena juga tidak mengumpul banyak orang, atlet juga hanya 3 orang saja. Selama tiga bulan latihan ini, peningkatan kondisi fisik atlet terutama kekuatan otot dan daya tahan otot semuanya ada peningkatan. Selain latihan, ada juga rencana dua kali ujitanding keluar Kalteng, namun masih melihat perkembangan saat ini, apabila kasus Corona ini masih belum selesai, maka akan dievalausi lagi programnya tersebut. yml

Pos terkait