13 Serdik SIP Polda Kalteng ODP/PDP

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sebanyak 13 peserta didik (serdik) Pendidikan Reguler 49 SIP di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri, Sukabumi, Jawa Barat asal Polda Kalteng dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Hal itu didapat setelah adanya pengujian menggunakan rapid test kepada serdik.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Ilham Salahudin melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan hal tersebut. Dikatakan, siswa SIP asal Polda Kalteng berjumlah 30 personel.

Usai dilakukan rapid test, 16 personel dinyatakan negatif, sedangkan 13 personel dinyatakan ODP/PDP. Satu personel lainnya diduga telah positif Covid-19 dan kini dilakukan isolasi.

“Bagi 13 personel yang ditetapkan ODP/PDP turut dilakukan karantina di Setukpa Sukabumi,” ucapnya, Kamis (2/4) siang.

Disebutkan, bagi 16 personel yang dinyatakan negatif Covid-19 kini telah dipulangkan dan dikarantina di SPN Polda Kalteng, Bukit Rawi, Pulang Pisau.

Mereka akan diobservasi selama 14 hari sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Sesampainya di Palangka Raya, proses penyemprotan antiseptik kita lakukan di Bandara Tjilik Riwut. Kemudian dibawa ke SPN Polda Kalteng. Di sana mereka membersihkan diri menggunakan sabun antiseptik dan terus mengenakan masker,” jelasnya.

Hendra menjelaskan, kegiatan pendidikan masih berlangsung hingga kini dengan memanfaatkan ruang siswa. Sedangkan para tenaga pendidik dan instruktur berada di ruang terpisah dan berkomunikasi melalui media daring.

“Dalam perkembangannya nanti, jika nilainya bagus dan ada rekomendasi dari dokter pusat, maka mereka akan dikembalikan ke keluarga masing-masing,” tuturnya.

7 Positif Corona
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan, kabar adanya ratusan siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri di Sukabumi, Jawa Barat, terinfeksi virus Corona atau Covid-19 adalah tidak benar.

“Setukpa Sukabumi memang dari siswa kita observasi atau kita lakukan tes, jadi kita menemukan tujuh siswa yang positif Corona,” tutur Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (31/3).

Menurut Argo, ke-7 siswa tersebut sudah diisolasi dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Jadi tidak benar ada ratusan siswa ratusan positif Corona, tidak benar, saat ini sedang isolasi di RS Polri Kramat Jati,” jelas dia.

Selain itu, lanjut Argo, siswa yang kembali ke wilayah masing-masing juga menjalani karantina sesuai protokol penanganan pandemi Covid-19.

“Siswa yang kembali ke Polda masing-masing kita isolasi. Kita cek, isolasi selama 14 hari,” Argo menandaskan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat menyinggung bahwa sebanyak 300 orang terdeteksi positif Covid-19 setelah hasil rapid test atau tes cepat yang digelar sejumlah daerah di Jabar.

Dari situ, muncul fakta baru, Kota Sukabumi menjadi wilayah dengan angka tertinggi baru orang yang terdeteksi Covid-19.

“Di luar dugaan untuk tes di Kota Sukabumi. Terjadi hasil tes yang paling besar dari seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat,” kata Emil dalam siaran langsung Youtube Humas Jabar, Senin (30/3).

Meski tak merinci angka kasus orang terdeteksi positif tersebut, Emil mengaku Pemprov Jabar memerintahkan kepada Wali Kota Sukabumi untuk melakukan tes tahap kedua serta karantina wilayah parsial.

Bantahan Wali Kota Sukabumi
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi membantah ratusan warga Sukabumi positif Covid-19.

“Yang pertama, warga Kota Sukabumi yang dilakukan rapid test itu jumlahnya adalah 60. Dan, sampai saat ini dari 60 itu kita belum keluar hasilnya. Karena prosesnya berakhir hari ini,” ujar Fahmi dari rekaman video yang diterima Liputan6.com, Senin.

Namun, dia menyinggung kemungkinan adanya instansi lain di Sukabumi yang juga menjalani rapid test. Hanya saja, dia mengaku tidak mengetahui hasil dari tes tersebut.

“Yang dites hanya 60. Tetapi mungkin memang ada institusi lain yang melakukan proses rapid test ya saya belum dapat informasi dari institusi lain tersebut. Institusi yang ada di wilayah Kota Sukabumi, tetapi bukan melakukan pemeriksaan kepada warga Sukabumi,” tandas Fahmi. fwa/lp6-com

Pos terkait