Hotel Aquarius Tutup

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pandemi Covid-19 mulai berdampak buruk pada sektor ketenagakerjaan. Saat ini sudah ada 848 pekerja dari 18 perusahaan di Kalteng yang dirumahkan.

Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng Rivianus Syahril Tarigan saat press rilis di Media Center Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, Kamis (2/4), mengatakan, dampak dari pandemi Covid-19 ini telah terasa di bidang ketenagakerjaan.

“Akibat Covid-19 melanda Kalteng saat ini, sudah ada beberapa perusahaan di Kalteng terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerjanya, bahkan ada perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” ungkap Syahril.

Sejak Rabu (1/4), kata Syahril, pihaknya sudah mendata seluruh pekerja yang ter-PHK maupun yang dirumahkan, dan hingga Kamis, sudah ada sebanyak 848 pekerja dari 18 perusahaan yang masuk dalam data.

“Kita menunggu sampai 4 April 2020, sesuai dengan arahan Pak Gubernur, mereka ini akan kita usulkan untuk menjadi penerima manfaat kartu prakerja,” ujar Syahril yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalteng.

Ditambahkan Syahril, pihaknya juga meminta kepada perusahaan yang akan melakukan PHK atau merumahkan pekerjanya, agar segera melapor kepada pihaknya maupun ke Disnaker di kabupaten/kota setempat dalam waktu yang singkat atau segera.

Diharapkan, seluruh pekerja yang mengalami PHK atau dirumahkan ini dapat diusulkan untuk menjadi penerima manfaat dari kartu prakerja.

Hotel Banyak Tutup
Sementara itu, manajemen Hotel Aquarius Palangka Raya, melalui suratnya yang dilayangkan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tertanggal 30 Maret 2020 yang ditandatangani oleh Zainal A. Saifullah, General Manager Hotel Aquarius, menyatakan Hotel Aquarius menghentikan operasionalnya terhitung dari 1 April 2020 sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Dalam surat tersebut, pihak manajemen Hotel Aquarius juga menerangkan cuti para pegawainya tidak akan dibayar serta memberhentikan fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan karyawannya, sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Ketika coba dikonfirmasi Tabengan via handphone, Zainal A. Saifullah tidak merespons. Sementara, Bagus, seorang petugas Security shift sore ketika ditemui membenarkan, hampir semua karyawan dirumahkan dengan status cuti yang tidak dibayar sejak 1 April 2020.

“Sudah 3 hari ini off semua pegawai, kecuali security pak, hanya 3 orang aja security dan enjinering,” katanya, Kamis sore.

Bagus juga mengatakan, hal tersebut adalah sesuai arahan dari pemerintah bahwa hotel harus ditutup sementara tanpa batas waktu.

Serupa, MBahalap Hotel juga meniadakan aktivitasnya. Dalam pantauan Kamis sore, hanya ada beberapa petugas security dan 1 orang petugas resepsionis yang ada. Tidak ada aktivitas tamu hotel dan lahan parkir yang biasanya dipadati mobil tamu hotel, sepi. dkw/dsn

Pos terkait