Terminal WA Gara Sepi Setelah Palangka Raya Jadi Zona Merah

  • Whatsapp
Terminal WA Gara Sepi Setelah Palangka Raya Jadi Zona Merah
M Fajar Qomaru Z, Kepala Terminal AKAP WA Gara
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Dampak Covid-19 yang cukup dahsyat memengaruhi setiap segi perekonomian dan juga jasa transportasi Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP).

Bus Yesso yang biasanya 5 kali beroperasi, kini menjadi 2 kali, dengan rute Banjarmasin 1, Pangkalan Bun 1. Padahal biasanya ada 3 kali keberangkatan, dengan jadwal pagi 1 kali dan sore 2 kali keberangkatan. Begitu pula dengan kedatangan.

Seperti dalam pantauan Tabengan, Kamis (2/3/2020), Terminal Bus AKAP WA Gara Jalan Mahir Mahar terlihat sepi dan minim aktivitas.

M Fajar Qomaru Z, Kepala Terminal WA Gara, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, menurunnya aktivitas terminal sejak awal Maret ketika isu Covid-19 telah masuk di Palangka Raya dan menyebabkan Kota Cantik menjadi zona merah.

“Mulai awal Maret menurun, sebanyak 50 persen penumpang hilang. Baik dari Pangkalan Bun, Sampit, Banjarmasin dan Lamandau,” bebernya.

Fajar mengatakan, sebelumnya ketika kondisi masih cukup normalnya jumlah penumpang keberangkatan dan kedatangan ada sekitar 300 penumpang per hari.

“Yang paling ramai Agung Mulya, Yesso, Logos, Damri. Per PO ada yang 50 penumpang per hari,” sebutnya.

Fajar mengakui, untuk saat ini setelah ditetapkan sebagai zona merah, jumlah unit yang beroperasi hanya 7 unit bus, padahal biasanya ada 15 unit bus per hari.

“Yang off saat ini Agung Mulya, Yesso sebagian off. Kalau yang masih tetap beroperasi Logos dan Damri. Logos pun hanya 1 kali keberangkatan dan kedatangan,” tambahnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas