Belum Dilakukan Karantina Wilayah

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Dengan mewabahnya pandemi Covid-19 saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya untuk memutus mata rantai penularannya akan melakukan pembatasan jalur penumpang dari dan ke daerah ini. Kendati demikian, Pemprov Kalteng sampai saat ini tidak memberlakukan karantina wilayah.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menjelaskan pihaknya tidak melakukan karantina wilayah. Jika melakukan karantina wilayah, maka tidak terlepas dari kesiapan anggaran yang ada dan berbagai kesiapan lainnya.

Karena untuk melakukan karantina wilayah, maka banyak hal yang harus disiapkan, termasuk penanganan dampak sosialnya dan ini tentu memerlukan anggaran yang tidak sedikit.

“Kenapa tidak melakukan karantina wilayah? Kalau melakukan karatina wilayah, berapa APBD yang disiapkan? Kita tanggap darurat ini saja, untuk kita menangani dampak sosialnya, kita perlu dana, apalagi kalau kita lakukan karantina wilayah,” ujar Sugianto.

Belum lagi kalau ada orang yang datang harus dilakukan karantina di suatu wilayah atau tempat. Untuk melakukan itu dimana tempatnya?, tidak seperti di kota-kota besar yang banyak tempat, banyak hotel yang bisa digunakan untuk itu. Belum lagi berbagai kesiapan lainnya.

Sehingga lebih baik dilakukan pemutusan mata rantai penularannya, antara lain dengan pembatasan jalur penumpang dari dan ke daerah ini. “Lebih baik kita memutus mata rantai (penularan dengan pembatasan jalur penumpang), dimana cos nya terhadap APBD kita kecil,” ujarnya.

Disinggung terkait rencana pembatasan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugianto mengatakan, kita sudah menyurati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, yang juga ditembuskan ke Pak Presiden dan Kementerian terkait lainnya.

Karena dengan ditetapkannya status siaga darurat, kemudian ditingkatkan menjadi tanggap darurat dan saat ini ada yang dinyatakan positif Covid 19 di Kota Palangka Raya, sehingga harus menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat Kalteng.

Jika mata rantai ini tidak diputus, maka penyakit ini akan menula secara masib. Untuk itu Pemprov menyurati Kementerian Perhububgan RI, supaya jalur penumpang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dibatasi. Namun untuk jalur kargo dan untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak tetap kita buka. Begitu juga denga Bandara di Sampit dan Pangkalan Bun, termasuk di pelabuhan. dkw

iklan atas

Pos terkait

iklan atas