Ini Cerita Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh

  • Whatsapp
Ini Cerita Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh
Jajaran Direksi RSUD dr Doris Sylvanus foto bersama dengan perwakilan tim dokter yang merawat pasien Covid-19 dan pasien yang dinyatakan sembuh dari virus Corona, Rabu (1/4). TABENGAN/LIU
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Satu lagi pasien penderita Covid-19 asal Kota Palangka Raya atas nama Ergon Pranata Pieters (26) dinyatakan sembuh total. Hasil pemeriksaan Laboratorium Litbangkes Kemenkes RI menunjukkan negatif. Tidak hanya Ergon yang senang, tetapi tim medis dan jajaran direksi pun ikut senang.

Kepada wartawan, Ergon menceritakan awal mula ia diduga terjangkit kemudian menjalani perwatan hingga dinyatakan sembuh. Sebelumnya, ia baru pulang dari kunjungan ke Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada 29 Februari dan tiba di Palangka Raya pada 1 Maret.

Beberapa hari kemudian, ia menderita demam disertai menggigil, batuk dan vertigo. Atas saran rekannya, Ergon dibawa ke IGD RS Siloam. Setelah sampai di rumah sakit, diobservasi dan dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sehingga dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus.

“Pada tanggal 26 Maret saya dinyatakan positif, tapi saya sudah merasa siap setelah tahu hasilnya positif, karena semua hal saya sudah lalui sampai saya dinyatakan positif terpapar Covid-19,” kata Ergon, Rabu (1/4).

Selama menjalani perawatan di ruang isolasi, Ergon mengaku tidak berjuang sendirian, tetapi bersama para dokter, perawat dan teman-teman maupun keluarganya. Dukungan mereka merupakan hal yang terbesar, sehingga ia merasa tidak ada yang menjauhinya.

Ergon lalui hari-hari dengan baik, apapun yang dibutuhkan selama di rumah sakit, terpenuhi oleh para tim medis. Dan, dukungan doa dari semua pihak sehingga saat ini dinyatakan sembuh. Selama diisolasi, ia diperkenankan menggunakan handphone, ada TV dan AC, sehingga tidak merasa bosan.

Ergon sangat berterima kasih kepada para tim medis yang begitu peduli dengan dirinya selama masa perawatan sampai akhirnya dinyatakan sembuh. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat bahwa saat ini sudah tepat mengisolasi diri di rumah untuk hindari terjangkitnya virus Corona.

Sementara itu, dr Jeannette Siagian, SpP, M.Kes, dokter spesialis paru RSUD Doris Sylvanus yang ikut langsung merawat pasien Covid-19 terlihat sangat bahagia. Bahkan sampai meneteskan air mata melihat ada pasien yang sembuh dari virus yang sedang mewabah ini.

Kronologis awal pasien, sejak dirujuk ke RS Doris melalui poli Covid-19 kemudian dimasukkan ke ruangan Wijaya Kusuma 1, kondisi pasien pada saat itu tidak begitu bagus, denyut nadinya agak cepat sehingga pasien dipasang infus. Pada saat diperiksa, pasiennya demam dan sakit kepala.

“Kemudian yang kami takutkan ada infeksi sekunder, sehingga diberikan antibiotik selama 5 hari dan diberikan obat penunjang lainnya seperti Paracetamol atau obat batuk. Selama di rumah sakit diberikan makanan buah berupa pisang karena dapat meningkatkan ketahanan tubuh pasien supaya virus Corona itu tidak menempel di sistem pertahanan tubuh. Kemudian pasien kami kasih vitamin C dengan dosis 200 mg, sehingga imunitasnya mulai ada. Kemudian pasiennya juga kooperatif dan mau makan,” kata Jeannette.

Pada hari pasien dinyatakan positif, kemudian tim media memberikan antivirus utama yakni Aluvia. Diberikan 2 kali sehari, hasilnya kondisi klinik pasien semakin baik. Kemajuannya dari hari ke hari semakin bagus, bisa ke toilet sendiri dan sudah tidak lemas lagi. Selain melakukan pengobatan, hal terpenting yang tim medis lakukan, semua pasien diberikan dukungan moril, diminta tidak boleh putus asa sama penyakit, harus mau sembuh.

Pemberian antivirus utama kepada pasien positif tidak sembarang. Sebelumnya ia mengambil referensi dari pasien yang sembuh di China, kemudian dicocokkan dengan rekan sejawatnya di Jakarta yang juga merawat pasien Covid-19 di Jakarta. Cara kerja antivirus ini untuk membunuh virus Covid sehingga tidak aktif lagi dalam tubuh pasiennya.

Menurut Jeannette, virus HIV dan Covid-19 ini hampir sama. Bedanya HIV menekan sistem kekebalan tubuh sampai tidak berfungsi sama sekali, tapi Covid-19 ini awal mula menyerang organ pernapasan, kemudian menyerang kekebalan tubuh, Covid bentuknya memiliki bentuk seperti mahkota yang menginfeksi sistem kekebalan tubuh. Tetapi dengan antivirus bisa dipatahkan, membunuh virus itu dan tidak ada sel inangnya lagi, sehingga kekebalan tubuhnya pasien membaik.

Dokter Jeannette mengungkapkan perasaannya selama merawat pasien positif Covid 19. Ia bersyukur mendapatkan dukungan semua pihak. Ia mengaku sempat stres juga merawat pasien positif, karena tidak mudah melewatinya. Selain itu, ia juga berdoa dan berusaha membangkitkan kepercayaan diri pasiennya.

“Tapi tetap ada masa-masa tidak enak dan itu cukup lama, lama sekali, dan pengharapan saya obat-obatan tersebut respons terhadap pasiennya. waktu pertama saya lihat hasil pasiennya negatif, saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, terutama kepada seluruh pihak yang terlibat langsung dalam penanganan pasien. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi bagaimana perasaan saya,” imbuh Jeannette.

Sementara itu, drg Yayuk Indriati, Direktur RSUD dr Doris Sylvanus menyampaikan, setelah pasien sembuh selanjutnya akan dikembalikan ke rumahnya, koordinasi dengan Dinkes untuk membantu memantau Ergon. Ia meminta tetap mengisolasikan diri karena sekarang masih masa tanggap darurat, sehingga tidak terpapar Covid-19 lagi. Selama 14 hari akan dipantau kesehatannya lagi, dan apabila ada keluhan lagi silakan kembali ke rumah sakit untuk kontrol. Ergon akan mendapatkan surat dari Kemenkes RI yang menyatakan sembuh dari virus Corona.

“Kami sangat bersyukur dan bergembira untuk seluruh tim medis, bahwa selama periode perwatan Ergon bersama kami, dari sejak hasil pemeriksaan itu sesuai seperti gejala Covid-19 dan menjalani masa isolasi yang cukup panjang dan pada akhirnya dinyatakan bebas dari virus Corona,” kata Yayuk Indriati.

Hasil pemeriksaan Ergon positif Covid pada 26 Maret kemudian dilakukan terapi dan pengobatan sampai di ruang isolasi sampai Rabu (1/4) hasilnya dinyatakan negatif. Selanjutnyan akan mendapatkan surat pemeritahaun secara resmi dari Kemenkes kepada Ergon. Adanya pasien yang sembuh, menurut Yayuk, Covid bukan sesuai yang harus ditakuti, tetapi masyarakat perlu mengisolasikan diri sehingga tidak terjangkit dan ditularkan kepada orang lain. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas