Yusurum Jagau Negatif Covid-19

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Tim Gugus Tugas Covid-19 kembali memaparkan data terkait dengan kejelasan penyebab meninggalnya salah satu dosen Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Ir Yusurum Jagau MS. Mewakili Gugus Tugas Covid-19, Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya drg Yayuk Indriati menyampaikan, Yusurum Jagau saat dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dalam kondisi penurunan kesadaran.

Intinya, kata drg Yayuk, saat tiba di RS Doris Sylvanus Palangka Raya dengan kondisi penurunan kesadaran dan setelah dilakukan berbagai upaya tetap tidak mampu. Yusurum Jagau meninggal dunia bukan disebabkan oleh virus Covid-19. Berdasarkan hasil yang dikirim ke laboratorium yang ada di Surabaya, beliau negatif Covid-19.

“Memang ada muncul dugaan, tapi setelah mendapatkan hasil dari laboratorium, ternyata negatif Covid-19. Penurunan kesadaran saat dirujuk menjadi pemicu dan penyebab yang bersangkutan meninggal dunia, bukan karena Covid-19. Karena itu, untuk dapat diluruskan bersama, bahwa bapak Dr Ir Yusurum Jagau MS, bukan meninggal karena Covid-19,” kata drg Yayuk, menjelaskan penyebab meninggalnya dosen UPR ini, Rabu (1/4).

Beralih masalah lain, lanjut drg Yayuk, perlu diketahui penyakit yang ada dalam tubuh atau penyakit bawaan, akan membuat imunitas tubuh menjadi lemah. Masuknya virus Covid-19 ini membuat kondisi tubuh akan semakin menurun. Inilah yang dapat menyebabkan terjadinya meninggal dunia. Infeksi yang disebabkan oleh virus Covid-19 memang menyebabkan kondisi yang sangat serius, khususnya orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Wajib bersama menjadi kewaspadaan, ungkap drg Yayuk, virus ini akan sangat cepat menular. Tidak ada satupun yang bisa mengetahui, siapa yang terpapar, atau siapa yang tidak terpapar. Sekarang ini, mari bersama mengikuti imbauan pemerintah, dengan menjaga kebersihan, dan juga menggunakan disinfektan termasuk pula hand sanitizer.

Di tempat sama, saudara kandung almarhum Yusurum Jagau, Helena Gatang Asi Sahay menjelaskan, kakaknya tersebut sebelum meninggal telah didiagnosa menderita kanker usus.

“Kami pihak keluarga sudah berupaya semaksimal membawa almarhum berobat dan menjalani operasi di Surabaya dan Jakarta. Jadi dalam kesempatan ini, kami menegaskan bahwa bahwa kakak kami, Dr Ir Yusurum bukan karena Covid-19,” terangnya.

Sebelumnya, salah satu dosen terbaik di UPR Dr Ir Yusurum Jagau, MS tutup usia di RS Doris Sylvanus Palangka Raya. Kepala UPT Centre for International Cooperation In Sustainable Management of Trofical Peatland (Cimtrop) UPR ini juga sempat menjalani perawatan dan kondisinya kritis di RS Siloam Palangka Raya. ded/dor

iklan atas

Pos terkait

iklan atas