Pembatasan Bandara, Pemprov Surati Kemenhub

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, terkait rencana pembatasan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Pemprov Kalteng sudah menyurati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang ditembuskan ke Presiden RI dan kementerian terkait lainnya, Selasa (31/3).

Dikatakan Sugianto, dari ditetapkannya status siaga darurat, kemudian ditingkatkan menjadi tanggap darurat dan saat ini sudah ada yang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Palangka Raya, maka harus menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat Kalteng.

“Kita ingin memutus mata rantai (penularan), itu yang penting,” ujar Sugianto, di Palangka Raya, Selasa pagi. Karena semua yang dinyatakan positif Covid-19 di daerah ini, memiliki riwayat perjalanan dari kota-kota yang terdampak.

“Kalau mata rantai ini tidak diputus, maka penyakit ini akan menular atau menyebar secara masif. Makanya kita menyurati Kemenhub RI supaya jalur penumpang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dibatasi,” ujar orang nomor satu di Provinsi Kalteng tersebut.

Namun, untuk jalur kargo dan kebutuhan-kebutuhan yang mendesak tetap dibuka. Begitu juga denga Bandara di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

Selain itu, Kalteng juga terdapat 3 pelabuhan, yaitu pelabuhan roro di Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau-Pacitan, pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dan pelabuhan penumpang di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

“Karena bahaya kalau tidak kita putus. Namun, tidak menutup jalur logistik. Perniagaan dan perdagangan tetap jalan, perdagangan antarprovinsi tetap jalan, perdagangan luar negeri tetap kita buka angkutan kapal-kapal dagangnya. Yang kita mau putus itu jalur penumpang,” tegasnya.

Sugianto juga menegaskan, pihaknya manut dengan Presiden sebagai pimpinan tertinggi, namun ada yang ingin dikatakan, yakni ingin menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat Kalteng. dkw

Pos terkait