Seluruh Agenda Rektor UPR Ditiadakan

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Berkenaan dengan situasi Tanggap Darurat dan demi memutus penyebaran COVID-19 di Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya di lingkungan kampus Universitas Palangka Raya (UPR), Rektor UPR memutuskan untuk menunda seluruh agenda kegiatannya.

Rektor UPR Dr Andrie Elia menyampaikan bahwa keputusan tersebut juga sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 34 Tahun 2020 pada 30 Maret 2020.

“Keputusan ini diambil menindaklanjuti Status Tanggap Darurat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, serta sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 34 Tahun 2020, tertanggal 30 Maret 2020,” tutur Andrie Elia, Senin (30/03) malam melalui pesan WhatsApp pribadinya.

Dengan kata lain, ia melanjutkan, seluruh kegiatan Rektor UPR ditunda atau menyesuaikan dengan situasi maupun keadaan yang terjadi di lingkungan UPR.

Sedangkan apabila ada hal yang bersifat mendesak, maka seluruh unsur pimpinan di kampus terbesar dan tertua di Kalteng ini diminta berkoordinasi guna memfasilitasi lebih lanjut.

“Terkait penjadwalan kegiatan Rektor dan juga janji temu atau rapat, sementara waktu ini kami tiadakan. Kehadiran dan kegiatan, dapat berlangsung menyesuaikan keadaan dan situasi yang ada di UPR,” ungkap Andrie.

Sementara untuk kegiatan akademis mahasiswa, tetap dilakukan menggunakan sistem daring atau online sebagaimana Surat Edaran Rektor UPR Nomor 11/UN24/LL/2020, tertanggal 21 Maret 2020 lalu.

“Kalau untuk perkuliahan, tetap mengacu pada SE Rektor UPR Nomor 11/UN24/LL/2020 yang dikeluarkan pada 21 Maret 2020 kemarin, yakni perkuliahan dilaksanakan dengan menggunakan sistem online dari rumah masing-masing,” tutup pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini. bob

Pos terkait