Petani Desa Lampuyang Ditangkap Edar Narkoba

  • Whatsapp

SAMPIT/tabengan.com – Peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya tidak hanya terjadi di dearah perkotaan, namun sudah sampai ke pelosok desa. Para pengedar barang haram ini juga semakin beragam. Bahkan petani sekalipun juga bisa menjadi pengedar. Ini terungkap saat petugas Satresnarkoba Polres Kotim menangkap seorang petani di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim. Si petani, Suriansyah (40), diduga menjadi pengedar sabu dan ditangkap pada Minggu (29/3) sore.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penangkapan tersebut bermula saat anggota Satresnarkoba Polres Kotim mendapat informasi bahwa pelaku sering mengedarkan narkotika. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mendatangi rumah pelaku di Jalan Lampuyang Kecil RT. 001 RW. 001 Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit.

Setibanya di sana, polisi kemudian mengamankan pelaku dan melakukan penggeledahan. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 2 buah paket plastik klip kecil yang berisi butiran kristal warna putih yang diduga jenis sabu di bawah kolong lantai kamar tidur pelaku dengan berat barang bukti sekitar 0,70 gram.

Polisi menemukan sebuah pipet kaca, 3 pak plastik klip, sebuah sedotan warna putih dan sebuah sendok terbuat dari potongan sedotan warna putih. Polisi juga mengamankan uang tunai yang diakui pelaku adalah hasil penjualan narkotika, di saku celana pendek yang dipakainya.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel SIK saat dikonfirmasi melalui Kasat Resnarkoba Polres Kotim, Iptu Arasi mengungkapkan, pada saat akan ditangkap, pelaku terlihat oleh petugas kepolisian membuang sesuatu di lobang lantai kamar tempat tidurnya. Setelah dilakukan penggeledahan ternyata barang tersebut adalah 2 bungkus paket sabu tersebut. “Terlapor kita sangka dengan pasal 114 (1) jo pasal 112 (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selajutnya terlapor beserta barang bukti yang ditemukan dibawa ke Polres Kotim untuk proses lebih lanjut,” jelasnya, Senin (30/3). c-arb

Pos terkait