Pandemi Covid-19, DPRD: Perketat Pengawasan Harga Pangan

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta kepada pemerintah untuk memperketat pengawasan harga pangan di pasaran. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini sangat rawan dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan.

Bahkan, DPRD Kalteng telah memperoleh informasi sejumlah kebutuhan pokok, seperti gula yang harga biasanya berkisar Rp13-14 ribu/kilogram sekarang ini harganya tembus ke angka Rp22 ribu/Kg bahkan lebih.

Oleh sebab itu, kenaikan harga bahan pokok di pasaran yang terlihat mulai tidak terkendali akibat dampak pandemi Corona harus secepatnya menjadi perhatian pemerintah. Pihaknya meminta agar pemerintah bersama aparat terkait untuk memperketat pengawasan di lapangan.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi ekonomi dan sumber daya alam (SDA) H Sudarsono mengaku prihatin dengan kenaikan yang terjadi pada bahan pokok di pasaran, yang notabene merupakan kebutuhan masyarakat.

“Kenaikan harga sembako di pasar cukup memprihatinkan. Hal ini merupakan bagian yang wajib dipantau serta dikendalikan oleh pemerintah,” ujarnya kepada Tabengan via WhatsApp, Senin (30/3).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan itu menuturkan, perlu ada tindakan tegas terhadap oknum yang memanfaatkan situasi sulit bagi masyarakat, di saat-saat seperti ini. Apalagi masyarakat bersama dengan pemerintah tengah berjuang melawan pandemi Covid-19 yang dianggap sudah cukup menyulitkan pembangunan dari berbagai lini.

Terkait itu, pria murah senyum tersebut juga mengimbau agar seluruh unsur baik media serta pihak lainnya, aktif dalam memantau situasi di lapangan khususnya harga bahan pokok di pasaran.

“Pemerintah dan kita semua punya kewajiban untuk memerangi praktik-praktik jahat para spekulan,” ujar mantan Bupati Seruyan tersebut.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kalteng H Achmad Rasyid juga sepakat, agar mengoptimalkan pengawasan terhadap harga bahan pokok di pasaran. Selain itu tindakan tegas terhadap oknum yang “bermain” di masa sulit seperti ini juga mesti dilaksanakan.

“Pemerintah harus segera turun ke lapangan melakukan operasi pasar. Tujuannya agar menstabilkan harga bahan pokok yang saat ini mulai tidak terkendali, ” ujar Anggota Komisi IV tersebut.

Selain itu, penting juga bagi pemerintah terkait untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dalam upaya mencegah kenaikan harga di luar batas normal. Perlu diketahui sejumlah bahan pokok kebutuhan masyarakat di Kalteng, mulai mengalami kenaikan yang cukup drastis. Salah satunya gula pasir yang biasanya dijual dengan harga Rp13-14 ribu/Kg kini mencapai Rp22 ribu/Kg bahkan lebih. drn

Pos terkait