Pungutan di Pasar Masih Ada, Bupati: Itu Pungli!

  • Whatsapp

SAMPIT/tabengan.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H Supian Hadi menegaskan, jika saat ini masih ada ditemui petugas yang melakukan pungutan atau retribusi di wilayah pasar yang dibebankan kepada pedagang, itu merupakan praktik pungutan liar (pungli).

Sebab, ia sudah mengeluarkan kebijakan terbaru yakni membebaskan seluruh biaya retribusi di seluruh pasar di Kota Sampit yang sudah mulai berlaku, baru-baru ini. Kebijakan tersebut ia ambil menyikapi kondisi daerah yang sedang menghadapi wabah penyakit Corona. Serta keluhan pedagang yang menginformasikan bahwa kondisi pasar dan penjualan sepi selama wabah Corona terjadi.

“Saya sudah membebaskan semua retribusi, pajak dan pungutan semua sudah saya bebaskan untuk pedagang di semua pasar. Kalau masih ada itu jelas pungli,” tegasnya, Senin (30/3/2020).

Ia menyarankan, jika para pedagang masih menemui ada petugas yang menarik retribusi segera laporkan ke instansi terkait yakni Disdagperin atau langsung ke Sekretaris Daerah dan dirinya. Karena dirinya sudah membebaskan semua biaya retribusi apapun di pasar.

Sementara itu, salah satu pedagang di pasar berdikari Sampit , Iwan mengaku hingga Minggu (29/3/2020), dirinya masih menerima tagihan iuran untuk keperluan jaga malam di pasar. Memang untuk biaya diakuinya ada penurunan dari sebelum Rp20 ribu menjadi Rp15 ribu per minggu.

“Katanya dibebaskan tapi kok masih ada tagihan. Padahal kita ini kondisinya lagi sepi, dagangannya saja saya sudah tiga hari tidak ada yang mampir karena kondisi Corona seperti ini,” tuturnya. c-may

Pos terkait