Kalteng Akan Alihkan Pemeriksaan Laboratorium ke Surabaya

  • Whatsapp
Suyuti Syamsul
Suyuti Syamsul
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Karena dinilai terlalu lama, Pemerintah Provinsi Kalteng berencana mengalihkan pemeriksaan sampel darah pasien yang diduga terpapar Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya, dari semula ke laboratorium di Jakarta, kemudian akan dialihkan ke Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul saat press rilis, di Media Center Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, Sabtu (28/3/2020), mengatakan, data konfirmasi hasil laboratorium Pasien Dalam Pengawasan (PDP) positif 6 orang, negatif 35 orang dan sedang diperiksa 34 orang.

Dari 34 yang sedang diperiksa tersebut, ujar Suyuti, 32 berada di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dan 2 di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya hasil pemeriksaannya agak lama keluarnya, karena masih menggunakan pemeriksaan di laboratorium di Jakarta. Sementara di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun agak cepat, karena pemeriksaannya di Surabaya,” ungkapnya.

“Mulai Minggu (hari ini) kita berencana mengalihkan ke Surabaya juga, supaya hasilnya bisa keluar lebih cepat,” ujar Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng tersebut.

Karena semakin lama hasil pemeriksaan keluar, semakin banyak juga Alat Pelindung Diri (APD) yang dibutuhkan. “Menjadi masalah, semakin lama hasil pemeriksaan keluar, maka semakin boros kita menggunakan APD,” tegasnya.

Namun, kalau hasil pemeriksaan cepat dan hasilnya negatif, maka yang bersangkutan bisa cepat dipulangan, sehingga penggunaan APD lebih hemat.

Untuk itu, pihaknya juga sudah menyampaikan ke Kementerian Kesehatan RI bahwa semakin lama hasil pemeriksaan tersebut keluar, maka semakin boros juga dengan APD. dkw

iklan atas

Pos terkait

iklan atas