Penanganan Covid-19 Harus Satu Visi

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Kalteng, semua elemen penanganan Covid-19 harus satu visi dan memiliki kebijakan yang sama.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam Surat Edarannya No 443.1/27/2020/GT. COVID-19 tentang Kebijakan Terhadap Dampak Penanganan Pandemi COVID-19 Di Kabupaten/Kota Se Kalteng, tertanggal 27 Maret 2020, yang ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Kalteng tersebut disampaikan sejumlah hal, antara lain.

“Semua elemen penanganan Covid-19 harus satu visi dan memiliki kebijakan yang sama, dan setiap kebijakan-kebijakan tersebut harus memperhitungkan aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat maupun dampak sosial dan ekonomi yang mengikutinya,” ujar Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Selain itu, kata Sugianto, setiap kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Daerah harus betul-betul dipersiapkan langkah antisipatif terhadap akibat dari kebijakan tersebut, yakni mempersiapkan dukungan APBD berupa bantuan sosial bagi sektor-sektor dan pelaku ekonomi yang terdampak kebijakan pencegahan pandemi Covid-19.

“Ada 3 hal yang menjadi fokus kebijakan, yaitu, kesehatan dan keselamatan masyarakat, langkah antisipatif berupa bantuan sosialnya/social safety net, dan perhitungan terhadap dampak kebijakan sehingga dapat mempersiapkan langkah-langkah penanganannya,” lanjutnya.

Sehubungan dengan mitigasi dari dampak Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten/Kota agar memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBD, misalnya anggaran perjalanan dinas, pertemuan-pertemuan, dan belanja-belanja lain yang tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kemudian melakukan refocussing kegiatan dan melakukan realokasi anggaran untuk mempercepat penanganan COVID-19, dengan mengacu pada lnstruksi Presiden No 4/2020 tentang Refocusstng Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang/Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Refocusing kegiatan dan realokasi anggaran tersebut, bukan hanya untuk penanganan kesehatan untuk masyarakat, tetapi juga untuk penanganan dampak ekonomi masyarakat melalui bantuan-bantuan sosial dan seterusnya.dkw

Pos terkait