OJK Minta BEI Persingkat Operasional Perdagangan Bursa

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempersingkat jam perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sebagaimana dilansir dari release OJK, Selasa (24/3), OJK dalam mendukung langkah-langkah pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta harmonisasi kebijakan sektor jasa keuangan bersama Bank Indonesia yang mempersingkat jam operasional Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa OJK pusat telah meminta kepada PT BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT KSEI) untuk mempersingkat jam perdagangan di Bursa Efek dan di Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA), serta mempersingkat waktu pelaporan di Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE).

“Waktu perdagangan di Bursa Efek dari hari Senin s/d Jumat, menjadi sesi I: jam 09.00 sd 11.30, dan sesi II: jam 13.30 s/d 15.00. Sementara waktu perdagangan SPPA menjadi jam 09.00 s/d jam 15.00. Sedangkan untuk waktu operasional PLTE menjadi jam 09.30 s/d jam 15.30,” bebernya saat dikonfirmasi Tabengan, Rabu (24/3).

Otto juga menambahkan bahwa kepada PT KPEI dan PT PT KSEI untuk melakukan penyesuaian waktu proses penyelesaian dan kegiatan operasional lain, dalam hal dibutuhkan Penyingkatan jam perdagangan Bursa Efek, jam perdagangan di SPPA dan waktu operasional PLTE serta penyesuaian waktu proses penyelesaian oleh PT KPEI dan PT KSEI tersebut.

“Akan diberlakukan pada 30 Maret 2020 atau sejak penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik Bank Indonesia, sampai dengan berakhirnya batas waktu yang ditetapkan kemudian oleh OJK,” tandasnya.

Terkait imbauan OJK tersebut, Stephanus Cahyanto Kristiadi, Kepala BEI Kalteng mengatakan bahwa sesuai surat SRO dalam hal ini BEI – KSEI serta KPEI akan melakukan pengurangan jam perdagangan untuk menyesuaikan dengan jam kliring BI.

“Hal ini dilakukan terkait dengan dukungan terhadap anjuran pemerintah dalam pencegahan wabah Covid-19,” ungkap Kepala BEI Kalteng.

Lebih lanjut Cahyo mengatakan, selain mendukung pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19, langkah tersebut juga diambil untuk menjaga keberlangsungan Pasar Modal Indonesia agar tetap kondusif.

“Dikarenakan saat ini sedang mengalami tekanan, yang antara lain diakibatkan oleh penetapan Covid-19 sebagai pandemi global oleh WHO,” tutupnya. dsn

Pos terkait