Hadapi PON XX, Atlet Bulutangkis Pelatda Mandiri

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Cabang olahraga bulutangkis Kalimantan Tengah (Kalteng) berupaya tampil maksimal di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2020 Papua. Persiapan terus dilakukan oleh para atlet mengingat persaingan di multi event olahraga nasional ini cukup berat.

Ketua bidang pembinaan prestasi (Binpres) Pengurus provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalteng, Kudit Maseh menyampaikan, sesuai dengan hasil babak kualifikasi, Kalteng berhasil meloloskan atletnya di nomor tunggal putra-putri ganda putra-putri dan ganda campuran sehingga bisa bertanding di lima nomor.

“Kami sudah mempersiapkan atlet melalui Pelatda mandiri yang dikelola oleh Cabor bulutangkis sendiri dengan mempersiapkan atlet yang lolos PON untuk berlatih dari sekarang, walaupun kita mengerti kondisi sekarang sangat memprihatinkan, bahkan PON juga jadi digelar sesuai jadwal atau tidak,” kata Kudit, Rabu (25/3).

Para atlet berlatih secara mandiri di Pengcab maupun di klubnya masing-masing. Meskipun bulutangkis bukan Cabor unggulan, namun untuk wilayah luar Jawa, kekuatan bulutangkis Kalteng sudah diatas rata-rata. Pada PON nanti akan memperebutkan 7 medali emas oleh atlet dari 16 Provinsi yang berhasil lolos.

Pengprov PBSI Kalteng melihat pesaing terberat Kalteng, atlet yang ada di Jawa. Bahkan sudah ada atlet Olimpiade. Selain itu, pada umumnya masuk dalam Pelatnas maupun di klub bulutangkis ternama di Indonesia. kendati demikian sejumlah atlet Kalteng juga pernah di klub besar di Jawa seperti Haidir Ali, kemudian Sultan dan satu lagi atlet sparing patner asal Kalteng, Gusti Ali saat ini ada di Pelatnas.

“Kalau target tentunya ingin presatsi, tapi kita berkaca diri karena bersaing dengan atlet dari daerah Jawa dan DKI ini cukup berat. Kita sih berharap juga atlet-atlet Olimpiade jangan lagi diturunkan di PON, maka masih ada peluang untuk bisa bersaing,” imbuh Kudit.

Rencananya dua atlet PON Sultan dan Joshua akan diikutkan di kejuaraan Sirnas di Mojokerto, Jawa Timur, namun karena wabah corona ini sehingga event ini batal dilaksanakan. Namun event tersebut akan digelar di Palangka Raya pada September nanti, sehingga bisa menurunkan atlet Kalteng dan bisa memantau perkembangan atlet Kalteng sebelum bertanding di Papua. yml

Pos terkait