Janji Dinikahi, Tu Setubuhi Gadis di Bawah Umur

  • Whatsapp

KASONGAN/tabengan.com – Tu (20) alias Kumbang berhasil menodai seorang gadis dibawah umur warga Desa Tumbang Tanjung, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan, sebut saja Bunga. Dengan modal rayuan maut, Tu meniduri Bunga. Sebelum disetubuhi, Bunga diajak minum -minuman keras . Dengan iming-iming akan menikahi gadis itu, Tu kabur Bunga hingga beberapa hari.

Dari keterangan Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah SIK melalui Kapolsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan, Ipda Suwardi, kejadian tersebut berawal saat itu Minggu (22/3) malam. Pelaku mendatangi korban Bunga di rumahnya dan mengajak ke acara pesta. Sesampai di tempat pesta, Bunga bersama dua orang teman pelaku meminum minuman keras jenis arak.

“Setelah selesai minum, pelaku membawa korban jalan-jalan keliling desa dan diajak ke rumah pelaku di Desa Tumbang Lahang. Sesampai di rumah, pelaku merayu korban berhubungan badan dengan janji akan dinikahi. Dan sejak hari itu korban tidak pulang kerumah orang tuanya” kata Ipda Suwardi, Rabu (25/3).

Selama dua hari pelaku membawa korban, dari pengakuannya telah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak satu kali. Orangtua Bunga merasa khawatir dan melakukan pencarian kemudian melapor ke Polsek. “Setelah mendapat laporan anggota kita mengetahui keberadaan pelaku dan pada Selasa (24/3) dini hari sudah kami amankan pelaku di rumah saudaranya di Jalan Palangka Raya, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir. Karena diduga telah membawa lari dan menyetubuhi anak di bawah umur,” ungkap Ipda Suwardi.

Barang bukti yang diamankan, satu lembar baju warna kuning, celana panjang motif kotak kotak, satu lembar celana dalam warna hitam, satu lembar BH warna cream, satu lembar leging panjang warna hitam, satu lembar celana panjang warna hitam, datu lembar baju hem warna merah kehitaman dan satu lembar celana dalam warna hitam.

“Pelaku dijerat Pasal 81, Ayat (1) dan (2) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU dengan ancaman 15 tahun penjara,” terang Ipda Suwardi. c-sus

Pos terkait