OJK Imbau Perbankan Sediakan Hand Sanitizer Cegah Covid-19

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menetapkan protokol pedoman pencegahan dan penanganan pencegahan Covid-19 di lingkungan lembaga itu sesuai dengan pedoman yang diberikan dari kantor pusat.

OJK Kalteng juga mengimbau kepada seluruh perbankan agar menyediakan cairan sanitizer di tempat-tempat yang sering dikunjungi nasabah, salah satunya mesin ajungan tunai (ATM).

Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriandy menyampaikan, sesuai arahan OJK pusat, pihaknya menetapkan waktu kerja kantor OJK Kalteng mulai pukul 07.40 WIB hingga 15.45 WIB.

Selain itu menetapkan work from home untuk sebagian karyawan dengan tetap mengupayakan agar pelayanan kepada lembaga jasa keuangan semaksimal mungkin dapat tetap terjaga.

Otto juga mengatakan bahwa OJK Kalteng juga memberlakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan thermogun bagi seluruh karyawan maupun pengunjung. Bagi pengunjung/karyawan dengan suhu tubuh di atas 37,5°c, tidak diperbolehkan masuk.

Kemudian memberlakukan aturan bagi pegawai yang mengalami demam, sakit tenggorokan, flu serta kesulitan bernapas, dilarang masuk kantor. Dianjurkan untuk beristirahat di rumah serta segera memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan kesehatan segera dilaporkan kepada kepala sub bagian terkait.

“Disamping itu berlaku larangan untuk berjabat tangan secara langsung, serta menghindari kontak fisik, dan menutup wajah dengan lengan atas atau bagian dalam/sapu tangan/tissue ketika batuk/bersin,” bebernya, baru-baru ini.

Selanjutnya pihaknya melakukan bersih-bersih disetiap ruangan kantor dengan cairan disinfektan dan menyediakan peralatan preventif, baik berupa masker maupu hand sanitizer bagi seluruh pegawai dan tamu.

“Menetapkan aturan bagi seluruh pegawai dan tamu untuk menggunakan alat tulis pribadi, mengenakan masker dan tidak meludah sembarangan,” katanya lagi.

Selanjutnya menunda segala bentuk pemeriksaan Industri Jasa Keuangan, baik pemeriksaan umum maupun pemeriksaan khusus dari tanggal 16-31 Maret 2020, selanjutnya akan dievaluasi.

Begitu pun dengan perbankan ditambahan Otto, memang diatur dan diawasi untuk penyediaan hand sanitizer. Pihak OJK telah memberikan arahan kepada pimpinan perbankan.

“Namun melihat kebijakan dari bank masing-masing, juga melihat ketersediaan hand sanitizer, mengingat di pasaran saat ini sudah sulit didapatkan,” pungkasnya. dsn

Pos terkait