Gubernur Cegat Truk Lebihi Tonase

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran, saat perjalanan dari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat menuju Kota Palangka Raya, pada Senin (23/3), sempat menghentikan sebuah truk yang diduga bermuatan melebihi tonase, di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Sampit, Kotawaringin Timur.

Gubernur Kalteng berhenti sejenak untuk mengecek kendaraan tersebut, melakukan pengecekan muatan, surat kendaraan, plat kendaraan dan diketahui bahwa kendaraan tersebut selain memiliki muatan melebihi kapasitas, juga diketahui menggunakan plat non KH (kode wilayah Kalteng).

“Truk ini mengangkut muatan melebihi kapasitas dan menggunakan plat non-KH. Mestinya semua perusahaan yang beroperasi di Kalteng harus menggunakan kendaraan ber-plat KH,” ujar Sugianto, seperti yang disampaikan Biro Protokol dan Komunikasi Publik Setdaprov Kalteng, Senin (23/3).

Truk yang mengangkut muatan melebihi kapasitas dan ber plat non KH tersebut diketahui mengangkut crude palm oil (CPO) dari semua perkebunan kelapa sawut di daerah itu.

Hal tersebut dilakukan untuk memperingati angkutan-angkutan di daerah ini, khususnya angkutan perusahaan, agar mereka mematuhi muatan sumbu terberat (MST) jalan yang ada di daerah ini, yaitu dengan kapasitas 8 ton, serta untuk menggunakan plat KH.

Karena, kalau kendaraan tersebut membawa muatan melebihi tonase jalan, maka jalan tersebut akan lebih cepat rusak. Selain itu, juga bisa membahayakan mereka sendiri dan pengguna jalan yang lainnya.

Selain itu, dengan menggunakan kendaraan plat KH, maka pajaknya akan masuk ke daerah ini, yang selanjutnya akan digunakan untuk membiayai pelaksanaan pembangunan di daerah ini. dkw

Pos terkait