Waduh, 1.272 Orang Berpotensi Tertular

  • Whatsapp

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat Achmad Rois mengungkapkan, saat ini petugas terus melacak keberadaan para penumpang yang satu pesawat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1, PDP 2, PDP 3, penerbangan 13 Maret 2020 dari Jakarta ke Pangkalan Bun.

“Kami belajar dari munculnya ODP ada PDP di Kobar. Saat itu untuk 3 orang PDP melakukan perjalanan ke Pangkalan Bun dari Jakarta dengan menggunakan pesawat yang sama, maka kami menghitung ada 159 orang dalam satu pesawat masuk kategori tertular dan menjadi penular, tetapi petugas masih terus mencari orang-orang tersebut,” kata Rois saat menyampaikan rilis di ruang rapat Bupati Kobar, Senin (23/3).

Dijelaskan Rois, jika pertumbuhan trasmisinya 2 kali lipat per 2 hari, maka sebanyak 1.272 orang yang berpotensi tertular dan menularkan. Untuk itu, petugas Puskesmas kerja keras melakukan tracking agar sedini mungkin dilakukan pencegahan. Sebab, diprediksi pada April ini puncak kasus Covid-19.

Hingga Senin pukul 11.59 WIB, lanjut Rois, ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun merawat 9 orang PDP. Dari Kobar sebanyak 6 orang, Sukamara 1 orang, dan Lamandau ada penambahan 1 orang menjadi 2 PDP.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kobar ada 57 orang. Rinciannya, di Kecamatan Arut Selatan 7 orang, Kumai 24 orang, Pangkalan Lada 18 orang, Pangkalan Banteng 3 orang dan Kecamatan Arut Utara 5 orang. Sedangkan Kecamatan Kotawaringin Lama belum ditemukan ODP.

“Kami berharap di Kecamatan Kotawaringin Lama terus bertahan tidak ODP meski petugas Puskesmas terus melakukan tracking,” kata Achmad Rois.

Bupati Kumpulkan Tokoh
Menyikapi terjadinya puncak Covid-19 yang diprediksi akan terjadi pada awal April 2020, Pemkab Kobar menggelar rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Rapat dipimpin Bupati Kobar Hj Nurhidayah, dihadiri Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah dan Kepala Dinas Kesehatan Acmad Rois di Ruang Rapat Bupati Kobar, Senin.

Usai rapat, Nurhidayah mengatakan, Pemkab Kobar melakukan sinergitas dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama muslim untuk bersama-sama melakukan gerakan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Dalam rapat hadir Ketua MUI Kobar, Dewan Pengurus Masjid Kobar, Pengurus Pesantren serta Pengurus NU Kobar. Kami membahas perihal adanya Fatwa MUI dan Maklumat NU dalam rangka menghadapi situasi saat ini. Penyebaran virus Corona makin luas, sehingga ada larangan melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang,” kata Nurhidayah.

Dikatakan, secara nasional jumlah yang terkena virus terus bertambah dan saat ini di Kalteng pun telah ada 2 orang positif terinfeksi, sehingga langkah yang diambil Pemkab Kobar perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19.

“Berdasarkan hasil hasil rapat tadi, akan kita terbitkan surat edaran agar untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Hal itu mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Meskipun di Kobar masih negatif Covid-19, namun grafik nasional terus meningkat. Kita perlu melakukan pencegahan. Kami sangat bersyukur semua tokoh tadi sangat mendukung itu,” kata Bupati Kobar. c-uli

Pos terkait