Gubernur: Stok Beras Aman

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Untuk memastikan ketersediaan stok beras, sehingga pada Senin (23/3), Gubernur Kalteng Sugianto Sabran meninjau gudang Bulog, di Km 7 Tjilik Riwut Palangka Raya.

“Dengan ditingkatkanya ststus siaga ke tanggap darurat bencana Pandemi Covid 19 di wilayah provinsi Kalteng, yang kita tandatangani kemaren, pasca ditetapkanya dua orang positiv covid 19. kita harus jaga-jaga dari semua sektor,” ujar Sugianto.

Tidak hanya dari sisi penanganan virus corona atau covid 19 saja, namun dari sektor pangan juga harus disiapkan juga. Pemprov, lanjutnya, membentuk tiga tim yaitu, Tim Tanggap Darurat yang diketuai Gubernur dan Wakilnya adalah Pak Kapolda dan Dandrem.

“Kita juga membentuk tim pengendalian Bahan Pokok dan Bahan Penting, “seperti ketersediaan beras di Bulog ini sangat penting untuk ketahanan Pangan Kalteng,” ujarnya.

Bahkan dalam waktu dekat akan ada panen padi di Pulang Pisau, Kapuas, Barito Timur, Katingan, Seruyan dan beberapa kabupaten lainnya. Sehingga hasil panen padi ini jangan sampai dibawa keluar Kalteng.

“Ini harus kita amankan, kita beli, kita olah menjadi beras dan kita simpan di Bulog dan pihak Bulog sudah oke dan pihaknya sudah seiapkan anggaran sekitat Rp43 miliar. Pemerintah daerah juga sudah siapkan anggaran untuk itu,” ujarnya.

Sedangkan kesiapan beras di Gudang Bulog ini, ujar Sugianto, cukup hingga tujub bulan ke depan. Karena itu, ia meminta masyarakat jangan takut dengan ketersediaan pangan.

“Jangan takut untuk beras. Jangan panik, kami menyiapkan, kami mengambil langkah-langkah. Sehingga jangan memborong beras secara berlebihan, agar tidak terjadi inflasi. Kalaupun terjadi inflasi, maka pemerintah siap melakukan oprasi pasar,” lanjutnya.

Pemprov juga ada cadangan 93 ton, sehingga ia meminta agar keluarga orang yang terdampak, baik ODP maupun yang PDP, karena tidak bisa kerja, maka agar Dinsos untuk turun bersama kadis terkait lainya, agar keluarga yang bersangkutan dibantu sembako.

Dalam kesempatan itu ia mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan dan sebagainya, hindari kerumunan. Semua ini dilakukan pemerintah bukan untuk membatasi, namun untuk kesehatan bersama. dkw

Pos terkait