Tahapan Pilkada Kalteng Ditunda

  • Whatsapp
Harmain Ibrahim
Harmain Ibrahim

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pandemi Covid-19 berdampak sangat luas. Pemerintah Pusat RI sampai memberlakukan kebijakan work from home, social distancing, termasuk meliburkan sekolah selama 14 hari. Penyebabnya, penularan yang begitu cepat dan mengakibatkan kematian.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah menekan penyebaran Covid-19, juga mengeluarkan surat edaran yang meminta tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 ditunda.

Penundaan antara lain terkait pelaksanaan pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS), pelaksanaan verifikasi syarat dukungan calon perseorangan, dan menunda pembentukan petugas pemutahiran daftar pemilih.

Ketua KPU Kalteng Harmain Ibrahim mengatakan, KPU Kalteng pada dasarnya mengikuti petunjuk KPU RI. Terlebih, apa yang diperintahkan KPU RI itu demi kepentingan bersama, yakni menekan penyebaran Covid-19 di Kalteng. Berdasarkan edaran tersebut, ada sejumlah tahapan yang pelaksanaannya ditunda dalam Pilkada serentak di Kalteng.

“Garis besar penundaan terdiri dari beberapa hal. Pertama, penundaan pelantikan PPS. Kemudian, menunda pelaksanaan verifikasi syarat dukungan perseorangan yang belum dilaksanakan. Menunda pembentukan petugas pemutahiran daftar pemilih, dan menunda pelaksanaan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih,” kata Harmain, menyampaikan surat edaran KPU RI dalam hal dukungan pencegahan penyebaran Covid-19, Minggu (22/3), di Palangka Raya.

Dijelaskan, KPU Kalteng sekarang masih melakukan rapat pleno dengan semua pihak terkait, untuk menyikapi surat edaran tersebut. Namun, gambaran umumnya seperti yang ada dalam surat edaran KPU RI. Koordinasi terus dilakukan dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah menekan penyebaran Covid-19. Apabila penundaan merupakan upaya untuk itu, tentu KPU Kalteng sangat mendukung dan siap melaksanakan.

Hasil rapat pleno, ungkap Harmain, akan dilaporkan ke pihak terkait sebagai bentuk koordinasi. Bawaslu Kalteng menjadi salah satu yang dilakukan koordinasi terkait dengan edaran ini, di samping pihak terkait lainnya.

Masyarakat, imbuh Harmain, diminta jangan panik, tetap tenang, jaga kesehatan, tidak perlu melakukan aksi panic buying dan melaksanakan apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Tujuannya, penyebaran terus ditekan, sehingga jumlah korban tidak bertambah dan yang sekarang dirawat dapat disembuhkan. ded

Pos terkait