Stok Bahan Pokok di Kalteng Cukup

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Lilis Suriani mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan kunjungan ke kantor dan gudang Bulog, terkait dengan ketersediaan pangan.

“Hasilnya, kita ketahui bahwa stok beras adalah 6.595 ton dengan ketahanan 8 bulan,” ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, yang juga sebagai anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalteng, saat press release, di Media Center Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, Sabtu (21/3).

Sedangkan untuk daging kerbau sebanyak 28 ton dengan ketahanan 3 Minggu, bawang putih 100 kilogram (kg) dengan ketahanan 1 Minggu, bawang merah 100kg, dengan ketahanan 1 minggu, minyak goreng sebanyak 58.408 liter, tepung terigu 18.470kg.

Sedangkan untuk ketersediaan stok di kabupaten/kota di Kalteng yang datanya di ambil setiap minggu, di 14 kabupaten/kota yaitu, jagung 64 ton lebih, cabe merah keriting atau cabe besar yaitu 49 ton lebih, cabe rawit merah 40 ton lebih, bawang merah sebanyak 82 ton lebih, telur ayam ras sebanyak 23 ton, daging ayam ras 205 ton lebih, daging sampi 205 ton lebih, minyak goreng sebanyak 8,6 ton lebih, gula pasis 137 ton lebih, bawang putih 98 ton lebih, beras 33.900 ton lebih. Sedangkan harganya juga dinilai masih cukup stabil, ujarnya.

Diungkapkannya, pada Jumat kemaren, Kementerian Pertanian membuat kesepakatan dengan pihak distributor Sembako, agar ketersediaan pasokan dan harganya di 34 Provinsi semuanya aman dan lancar.

Sedangkan untuk gula, dari Pusat, Jakarta mau dipasok ke Bulog itu sebanyak 100 ton dan dari Kementerian Pertania pada awal April 2020 juga akan digelontorkan untuk 500 ton gula, karena pabriknya sudah mulai operasi sekarang.

Sehingga barang kebutuhan pokok ini terkendali, khususnya gula, karena bahan bakunya sudah masuk ke pabrik dan mereka sudah produksi, ungkapnya.

“Kami juga dari provinsi ada cadangan pangan provinsi yang kami titip di gudang Bulog, sebanyak 93 ton, juga ada di Kotim, Barsel, dan Kapuas dengan total 150 ton. “Jadi kita jangan takut, beras tersedia dengan cukup, baik di provinsi maupun di 14 kabupaten/kota,” tegasnya. dkw

Pos terkait