Lakukan Olahraga Ini di Rumah karena Virus Corona

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Untuk menghindari masalah kesehatan dampak dari himbauan tinggal di rumah karena virus Corona (Covid 19), Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Kabupaten Barito Utara (Barut), menganjurkan masyarakat di daerah tersebut untuk tetap melakukan aktivitas fisik berupa gerak badan selama tinggal di rumah untuk menjaga kesehatan.

Intan Kusuma Wardhani mewakili IFI Cabang Barut menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk proaktif dalam menanggulangi dampak fisik dan psikis, saat masa social distancing dengan edukasi gaya hidup aktif meski tinggal di rumah kepada masyarakat luas, melalui berbagai media.

“Kami menganjurkan kepada masyarakat selama berada di rumah untuk gerak badan level moderat di rumah dengan dosis 30 menit sehari, tiga sampai lima kali sepekan,” kata Intan, Minggu (22/3).

Menurut Intan, banyak riset menunjukkan manfaat olahraga dan aktivitas fisik bagi kesehatan, meningkatkan kebugaran tubuh, mengurangi stres dan kecemasan dan meningkatkan imunitas tubuh. Para guru dan pendidik hendaknya juga memperhatikan dampak fisik dan psikis para siswa dan orang tua. Penugasan di rumah hendaknya tidak menambah beban psikis di masa social distancing ini.

Berikan anjuran untuk melakukan gerak badan dan aktivitas fisik agar siswa tetap sehat dan bugar saat libur masa social distancing. IFI Cabang Barut juga menghimbau agar media cetak, elektronik dan digital turut mengkampanyekan pentingnya aktivitas fisik dan gerak badan untuk meningkatkan kebugaran, mengurangi stress dan kejenuhan, dan meningkatkan imunitas tubuh.

Adapun ide gerak badan dan aktivitas fisik yang disarankan IFI, bisa dilakukan di rumah di saat masa social distancing, jalan kaki keliling rumah adalah pilihan gerak tubuh yang paling murah. Jalan kaki bisa dilakukan oleh semua umur termasuk lansia. Jika ingin gerak tubuh yang lebih menantang dari sekedar jalan, tangga di rumah juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan aktifitas fisik. Tapi ini tidak direkomendasikan bagi lansia, orang-orang dengan gangguan keseimbangan, dan anak-anak yang masih memerlukan pengawasan.

“Kemudian saat social distancing, semua pertemuan fisik diganti dengan virtual, kita bisa memanfaatkan teknologi digital dengan mengikuti senam dari video di berbagai aplikasi. Pilih jenis senam dan instruktur yang sesuai dengan kondisi dan selera,” imbuh Intan.

Selain itu, bermain petak umpet, lompat tali atau ciplak gunung bersama anak-anak dapat menjadi aktivitas fisik yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Tinggal di rumah di masa social distancing bisa jadi kesempatan menata ulang ruangan di rumah. Bersih-bersih dan memindah perabot rumah termasuk aktivitas fisik yang membakar kalori dan meningkatkan produksi hormon yang baik bagi tubuh.

Bahkan, lanjut Intan, Olahraga di rumah dapat dilakukan sendiri meskipun tanpa alat. Hanya menggunakan berat badan sendiri seperti sit up, back up, pull up, push up, dll. IFI Barut dalam website dan media sosial resmi IFI, menyediakan panduan atau tutorial olahraga yang bisa dilakukan di rumah sesuai rekomendasi WHO. yml

Pos terkait