Bursa Efek Menurun Terdampak Corona

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepala Kantor BEI Palangka Raya, Stephanus Cahyanto Christiadi mengakui total transaksi bursa efek mengalami penurunan, biasanya berada di level 6000 kini dengan adanya wabah virus Corona menjadi dilevel 4400.

“Di sisi transaksi alami penurunan, hampir kurang lebih 30 persen, ini akibat wabah Corona,” bebernya saat ditemui media, Rabu (18/3).

Stephanus Cahyanto Christiadi yang akrab disapa Cahyo ini mengatakan,dampak virus Corona terasa sangat besar. Bahkan, WHO sendiri mengakui sebagai pandemi global.

Tentu saja, katanya, wabah ini membawa kekuatiran bagi sebagian pelaku pasar dan sedikit banyak berpengaruh bagi sisi ekonomi dan produksi, terutama jika terjadi lockdown.

“Jadi dengan adanya ketidakpastian ini membuat sebagian investor masih “wait and see”, kalau mau turun sampai seberapa,” ucapnya.

Diakuinya, sebenarnya jika penurunannya sejauh ini bisa menjadi peluang untuk investasi jangka panjang. “Hanya saja yang menjadi pertanyaan, apakah masih akan turun atau tidak,” imbuh Cahyo.

Cahyo mengatakan masih belum tahu dampak Virus Corona ini di Indonesia, dampak ini menjadi pergolakan Bursa Efek beberapa waktu kedepan.

“Mungkin kalau pemerintah bisa mengendalikanakan sedikit membaik. Mudah-mudahan apa yang sudah pemerintah lakukan, OJK dan Bursa Efek akan membuat masyarakat lebih tenang,” katanya.

Cahyo menambahkan bahwa pergerakan saham masih aktif, hanya saja dari sisi frekwensi sedikit mengalami turun. Begitu pula dengan transaksi harian juga mengalami penurunan.

Di tahun- tahun sebelumnya, transaksi harian bisa mencapai sekitar Rp 9Trilun, saat ini oleh karena beberapa hal yang terjadi seperti wabah Corona dan kasus asuransi Jiwasraya serta lainnya, membuat transaksi harian turun jadi Rp6-7 Triliun perhari.

“Rata-rata turun semua.Yang sangat anjlok sekali di sektor infrastruktur dan industri dasar. Sektor keuangan saham agak kuat,” tutupnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas