Kepengurusan PODSI Kalteng Perlu Diperbaharui

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Masa bakti Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalimantan Tengah (Kalteng), dibawah ketua umum Sipet Hermanto, sudah berakhir dan hingga kini masih belum memperbaharui kepengurusan. Pasal 29 AD/ART PODSI tentang sanksi organisasi, Pengurus PODSI Provinsi yang masa bakti kepengurusannya telah berakhir lebih dari 6 (enam) bulan, kehilangan haknya sehingga tidak diperbolehkan mengikuti setiap dan seluruh kegiatan PODSI. Antara lain Munas, Rapat Anggota dan Kejuaraan Nasional dayung prestasi.

Sejumlah mantan atlet dayung nasional sekaligus pelatih pra Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dayung Kalteng mengharapkan, kepengurusan PODSI Kalteng bisa memperbaharui kepengurusannya yang telah berakhir Desember 2019, sehingga bisa mengikuti PON XX, 2020 yang akan digelar di Papua. “Mudah-mudahan bisa secepat mungkin terbentuk kepengurusan PODSI Kalteng baru, supaya cepat disahkan oleh PB PODSI, karena itu dasar utamanya, tidak akan bisa ikut PON kalau kepenguruannya belum diperbaharui, dan disahkan pusat,” kata Silo, pelatih dayung putri pra PON XX Kalteng, Rabu (18/3).

Mengenai siapa figurnya, Silo tidak mau ikut campur, menerima siapapun yang menjadi ketuanya nanti. Setelah kepengurusan terbentuk, tahap selanjutnya mulai mempersiapkan para atlet. Menurut Silo, dayung Kalteng sudah terlambat dalam melakukan persiapan menghadapi multi event olahraga nasional di Papua nanti. Saat ini para atlet hanya menjalani latihan ringan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Idealnya persiapan dilakukan jangka panjang minimal 7-8 bulan untuk menghadapi PON. Selepas babak kualifikasi langsung dilanjutkan dengan latihan sehingga tidak ada putus latihan. Namun atlet putra maupun putri sementara ini dipulangkan ke daerahnya masing-masing karena masih belum ada kejelasan mengenai persiapan lanjutan. Atletnya ada yang sekolah dan juga bekerja. Setelah kepengurusan terbentuk, Silo berharap langsung dilanjutkan dengan persiapan latihan.

Pelatih dayung putra pra PON XX Kalteng, Jhon Travolta, mengaku sudah mencoba bertemu dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalteng, mendiskusikan agar persiapan dilakukan lebih cepat lebih baik. Apalagi peluang Kalteng untuk meraih medali di PON nanti cukup besar, asalkan persiapan yang dilakukan dari sekarang. “Percepatan persiapan lebih cepat lebih bagus, karena olahraga dayung ini kan kilometer, kalao lihat hasil dari pra PON, kita lebih siap lagi lebih bagus, peluang kita cukup besar untuk meraih medali,” imbuh Jhon.

Selama menjalani latihan, hal yang perlu diperhatikan fasilitas latihan, finansial atlet, sehingga atlet tidak lagi memikirkan mengenai uang saku, tapi fokus berlatih. Sama seprti pra PON, para atlet menjadi fokus dan terbukti meraih medali dan meloloskan semua nomor pertandingan. yml

Pos terkait