Kasus TBC di Kalteng Sangat Tinggi

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya drg Yayu Indriaty mengatakan, masyarakat penderita tuberkulosis (TBC) kalau melihat data yang ada di RSUD Doris Sylvanus, ternyata jumlahnya cukup tinggi.

“Ruang perawatan dan klinik paru yang melayani pasien cukup banyak, baik yang tuberkulosis sensitif maupun yang multidrug resistant (MDR),” ujar Yayu saat ditemui di lingkungan Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (10/3).

Bacaan Lainnya

iklan atas

Dalam satu hari, jelas dia, kunjungan di klinik tuberkulosis di RSUD Doris Sylvanus mencapai 30-50 orang, yang meminta setiap bulan untuk obat rutin. Bahkan, untuk penanganan tuberkulosis sensitif, pihaknya sampai kekurangan bangsal merawat para pasien.

“Ada-ada saja setiap minggu itu, ada ruangan itu penuh, sehingga kita harus buka ruangan lain,” ujarnya.

Namun permasalahannya, ada standar khusus untuk penanganan pasien tuberkulosis ini. Yang bersangkutan tidak bisa bergabung dengan pasien lainnya, karena bisa menularkan infeksinya kepada orang sehat.

Sedangkan khusus untuk yang multidrug resistant, ujar Yayu, obatnya sudah sangat sulit. Jadi harus dipantau meminum obatnya, jangan sampai putus dan yang bersangkutan harus minum obat selama 6 bulan penuh.

Pada kasus MDR ini, lanjut dia, RSUD Doris Sylvanus sudah merawat sebanyak 19 pasien dan 7 sudah sembuh. Nanti diterapi dan setelah pasien paham cara penggunaan obat, maka yang bersangkutan dirujuk ke fasilitas kesehatan pasien tersebut berdomisili.

“Karena pengobatannya tidak boleh putus dan sudah sangat sulit, karena dengan obat biasa tidak mempan lagi. Untuk kasus MDR, ada 19 kasus yang kita temukan dan kita sangat prihatin dengan hal ini, dan kasus tuberkulosis di Provinsi Kalteng sangat tinggi sekali,” ujar Yayu.

Saat disinggung penyebab tuberkulosis ini, Yayu mengatakan, bakteri tuberkulosis hidup di lingkungan yang lembab, kurang sinar matahari dan daerah yang kotor.

Untuk mencegah penyakit ini, harus lebih banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar membersihkan lingkungan sekitar dan membuat ventilasi yang cukup, sehingga sirkulasi udara cukup. Karena bakteri tuberkulosis ini mati dengan sinar matahari.

Kendati demikian, apabila ada keluarga yang mengalami batuk-batuk yang tidak sembuh, badan kurus, malam hari berkeringat, maka dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Karena tuberkulosis ini bisa menular dari orang dewasa ke anak-anak, itu yang berbahaya,” ujarnya. dkw

iklan atas

Pos terkait

iklan atas