Kerajinan Tangan Panti Sosial Dikenalkan di Kalteng Trade Expo 2020

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Tengah (Kaltent) mengenalkan kerajinan tangan milik para panti sosial binaan instansi setempat ke Kalteng Trade Expo 2020 yang dilaksanakan kompleks pameran Jalan Temanggung Tilung Kota Palangka Raya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kalteng Budi Santoso, kepada Tabengan, Selasa (10/3/2020), mengatakan, pihaknya yang turut memeriahkan acara Kalteng Trade Expo tahun ini memperkenalkan karya tangan dari sejumlah panti sosial binaaan Dinsos Kalteng.

“Ada yang membuat keset, pakaian berbahan batik, senjata tajam khas Kalimantan Tengah serta berbagai hal lainnya yang kini juga sudah dikenalkan dipasar tradisional yang berada di Kalteng,” kata Budi.

Dijelaskan, produk yang ditampilkan di stand Dinsos Kalteng itu milik masyarakat yang dibina di UPT Panti Sosial Bina remaja (PSBR), Panti Sosial Bina Laras (PSBL), Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) dan Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) yang ada di Kota Palangka Raya.

Untuk bahan baku dari kerajinan semuanya disiapkan oleh UPT Panti Sisial setempat. Mereka yang dibekali bagaimana cara mengolah produk kerajinan tangan tersebut, tidak lain tujuannya agar mereka suatu saat bisa mengembangkan usaha tersebut di masyarakat.

“Produk-produk mereka ini sebenarnya sudah ada dijual di sejumlah pasar tradisional di Kota Palangka Raya. Bahkan uang hasil penjualan juga untuk mereka yang membuat,” terangnya.

Diungkapkan, setiap tahunnya pihaknya selalu memberikan ilmu keterampilan tangan kepada mereka yang masuk di UPT PSBR dan PSKW milik Dinsos Kalteng.

Setiap tahunnya ada sekitar 20 orang yang tidak mampu diberikan pelatihan pihak Dinsos Kalteng. Kemudian Setelah diberikan pelatihan selama enem bulan, mereka nantinya juga akan kembali daerah asalnya dan diharapkan bisa mengembangkan usaha melalui ilmu yang sudah dibekali.

“Umur dari mereka yang dilakukan pembinaan hal yang positif tentunya dari 18-30 tahun. Selain kerajinan tangan, mereka memberikan pelatihan otomotif,” bebernya.

Sebelum mengakhiri bincang-bincangnya dengan awak media, Budi juga nenambahkan bahwa apa yang dilakukan instansinya itu tidak lain guna menekan meningkatnya angka kemiskinan.

“Dengan memberikan ilmu keterampilan kepada masyarakat, agar masyarakat kita bisa berkembang serta bisa menghidupi keluarganya dengan pendapatan yang mereka dapatkan dengan karya-karyanya selama ini,” pungkasnya. sgh

iklan atas

Pos terkait

iklan atas