KKP Terus Awasi Kapal Asing

  • Whatsapp
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengawasi semua aktivitas kapal asing yang masuk di Pelabuhan Sampit.

Kepala KKP Sampit Agus Syah Fiqhi mengatakan, selama kasus virus Corona merebak di China, pihaknya langsung sigap memperketat pengawasan di jalur dan pintu masuk ke Kotim, di antaranya di Pelabuhan dan Bandara H Asan Sampit.

Bacaan Lainnya

iklan atas

“Petugas kami selalu standby jika ada kapal asing yang masuk ke Kotim maupun melakukan pemeriksaan di Bandara,” ujarnya, Jumat (6/3).

Dijelaskannya, untuk pemeriksaan kapal asing, sebelum kapal tersebut masuk ke Pelabuhan Sampit kapal akan terlebih dahulu masuk ke zona karantina yang jaraknya 2 mil dari garis pantai dan 40 mil dari dermaga.

Menurutnya, semua kapal asing yang masuk harus berlabuh di sana dan memberikan pemberitahuan terkait kondisi kapal. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan dokumen karantina, juga termasuk pernyataan dari nakhoda atau kapten kapal terkait kondisi para anak buah kapal (ABK) apakah ada yang sedang mengalami sakit dan lainnya.

“Kapten kapal memberikan pemberitahuan ke kami terkait kondisi kapal, semisal ada yang sakit ataupun meninggal, termasuk juga untuk ABK yang sehat. Kita bersyukur sampai saat ini belum pernah ada kejadian kasus,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengawasan di Bandara H Asan Sampit. Pengawasan menggunakan alat thermo scanner portable dilakukan, terutama pada penumpang kedatangan dari Pulau Jawa. Meski bukan Bandara internasional, Bandara H Asan mendapat pengawasan sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan Pengendalian Penyakit.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Denny Muda Perdana mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan ruangan isolasi jika ada warga yang terdeteksi ataupun dicurigai terserang virus Corona.

“Kita sudah siaga dengan penyebaran virus itu. Kami sudah siapkan satu ruangan isolasi dan juga tim khusus, baik dokter maupun perawat, sehingga jika terjadi kasus kita sudah siap,” ujarnya kepada Tabengan, baru-baru ini.

Meski hanya ada satu ruangan isolasi, namun ruangan tersebut cukup menampung 2-3 pasien. Diungkapkan dr Denny, penanganan penderita yang terjangkit virus Corona tak sama dengan pasien lainnya, sehingga diperlukan penanganan khusus di ruang isolasi. c-may

iklan atas

Pos terkait

iklan atas