Antisipasi Virus Corona, Awak Kapal Asing Dilarang Naik ke Darat

  • Whatsapp
Suyuti Syamsul
Suyuti Syamsul
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Untuk mencegah masuknya virus corona ke daerah ini, maka pemerintah daerah melalui instansi terkait telah dan akan melakukan sejumlah hal, antara lain melarang awak kapal asing untuk naik ke darat.

“Kita sudah melakukan beberapa hal, termasuk, sekarang awak kapal asing itu kita larang untuk tidak boleh naik kedarat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul, di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe Palangka Raya, Kamis (5/3) sore.

Bacaan Lainnya

iklan atas

Selain itu, kita siapkan sumber daya kita, termasuk meningkatkan kapasitas kamar isolasi untuk orang-orang yang dalam pantauan. Begitu juga dengan pemasangan thermal scanner di pintu-pintu masuk juga sudah dilakukan sejak lama, serta telah melakukan sejumlah hal lainnya.

“Upayanya akan terus kita tingkatkan. Sejak awal kita tidak pernah kendor (untuk mencegah dan menyiapkan kesiapan untuk menanganai virus corona ini),” ujarnya.

Namun ia menilai, bahwa untuk mencegah penularan virus corona ini, yang terpenting adalah masyarakat menjalankan pola hidup sehat, antara lain dengan menjaga kebersihan diri, melakukan cuci tangan dengan air menggunakan sabun dan sebagainya.

Termasuk tidak melakukan cium pipi kanan, cium pipi kiri atau “cipika-cipiki” dulu, karena itu merupakan salah satu sumber penyebaran influensa paling tinggi, termasuk corona.

“Namun yang terpenting masyarakat menjaga kebersihan diri, cuci tangan, hindari menyentuh muka sebelum cuci tangan, hindari cipika-cipiki dulu, karena itu sumber penyebaran influensa paling tinggi, termasuk corona,” ujarnya.

Tetapi bersukur, ujarnya, bahwa sampai saat ini di Kalteng tidak ada yang dinyatakan positif terinveksi virus corona, untuk itu masyarakat diminta untuk tidak perlu khwatir dan panik, namun tetap harus waspada, antara lain dengan menjaga kebersihan diri.

Lebih lanjut, Suyuti mengatakan, angka kematian dari virus jenis ini sama dengan penyakit lainnya, yaitu sekitar 2-3 persen. Sementara adanya kasus kematian di negara lain, dinilai karena yang bersangkutan sudah tua dan ada juga yang mengidap penyakit lain, ungkapnya. dkw

iklan atas

Pos terkait

iklan atas