Ada Pungli di Pasar Beringin Ampah

  • Whatsapp
iklan atas

TAMIANG LAYANG/tabengan.com – Sejak diserahterimakannya hasil pekerjaan Pasar Rakyat Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur pada 2019 lalu, saat ini belum ditempati para pedagang. Hal itu karena masih dalam proses pembagian blok atau lapak pasar kepada para pedagang.

Namun, apa yang terjadi di tengah proses pembagian lapak pasar tersebut? Ada dugaan terjadi pungutan liar (pungli) oleh oknum pegawai UPT Pasar Beringin Ampah kepada pedagang yang ingin mendapatkan lapak di pasar itu.

Bacaan Lainnya

iklan atas

Pungli diduga dilakulan oleh oknum berinisial ED dengan meminta sejumlah uang dengan kisaran yang bervariasi.

Salah satu pedagang yang namanya tak ingin disebut, mengaku dijanjikan mendapat lapak di Pasar Rakyat Ampah dengan syarat harus membayar uang Rp1 juta. Tapi setelah beberapa lama, lapak yang dijanjikan tidak kunjung diberikan oleh oknum Pegawai UPT Pasar. Saat ditanyakan kembali, malah jawaban yang didapat tidak seperti yang diinginkan.

“Saat menanyakan, malah diminta kembali uang sebesar Rp2 juta, untuk mendapatkan lapak di Pasar Pakyat Ampah,” ucap pedagang buah itu.

Sementara, Kepala UPT Pasar Ampah Darwono mengatakan, bahwa dulunya memang ada pegawai UPT yang melakukan pungli, namun per 1 Januari 2020 telah dimutasi.

“Adanya pungli kepada pedagang untuk mendapatkan lapak di pasar itu dulu sudah dilaporkan ke pimpinan, akibatnya 4 oknum pegawai UPT telah dimutasi,” ujar Darwono ketika dikonfirmasi, Selasa ( 3/3).

Dijelaskan Darwono, 4 pegawai tersebut kini setelah dimutasi, ada 2 orang yang bertugas di Kelurahan Ampah dan 2 lagi di Kecamatan Dusun Timur. Aturannya dalam mendapatkan lapak di pasar tidak ada pungutan atau pembayaran, semua gratis.

“Untuk itu, apabila ada pedagang atau masyarakat yang dijanjikan lapak dan telah melakukan pembayaran, namun tak mendapatkan lapaknya juga, agar segera melaporkan ke pihak berwajib atau bisa langsung ke saya,” katanya. c-yus

iklan atas

Pos terkait

iklan atas