Sidang Pembakar Ladang Barut, Mambang: Putusan Hakim Jauh dari Kemanusiaan

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Divonis bersalahnya seorang pembakar ladang bernama Antonius, dengan hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta, mendapat perhatian serius dari Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ketua Harian DAD Provinsi Kalteng Dr Mambang I Tubil SH, MAP kepada Tabengan, Selasa (3/3/2020), mengatakan, pihaknya menyampaikan rasa keprihatinan dan kekecewaan yang sangat dalam terhadap Cipto Hosari Parsaoran Nababan, Ketua Hakim Pengadilan Negeri Muara Tewah, atas vonis 1 tahun subsider Rp50 juta atau tambahan hukuman 3 bulan penjara atau tambahan hukuman 3 bulan penjara terhadap Antonius.

Bacaan Lainnya

iklan atas

“Antonius didakwakan atas pembakaran ladang. Ini sangat kita sayangkan. DAD Provinsi Kalteng di satu sisi menghormati proses hukum. Di sisi lain menyesalkan dan mempertanyakan putusan hukum dari para hakim yang jauh dari kata kemanusiaan yang adil dan beradab (putusan hakim tidak adil dan biadab),” tegas Mambang.

Mambang menyarankan, penasihat hukum Antonius segera mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Kita DAD Provinsi akan membantu dan mendampingi proses banding Antonius nantinya,” tegas Mambang.

Berladang, kata Mambang, adalah salah satu sumber penghidupan strategis dari nenek moyang orang Dayak, kiranya peristiwa ini menjadikan Penyang Hinje Simpei bangsa Dayak untuk bersatu mencari solusi terbaik. dor

iklan atas

Pos terkait

iklan atas