Delapan Warga Kalteng Negatif Corona

  • Whatsapp
Suyuti Syamsul
Suyuti Syamsul

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Merebaknya virus Corona yang namanya resmi diubah jadi Covid-19 yang melanda China hingga menyebabkan ribuan orang meninggal dunia ikut berdampak di Indonesia, tak terkecuali di Provinsi Kalimantan Tengah.

Pasalnya, ada sejumlah warga Kalteng yang sempat bermukim di negara tersebut, yakni 3 warga yang sempat dikarantina di Pulau Natuna dan 5 mahasiswa asal Kalteng yang menuntut ilmu di Negara China.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng, 3 warga yang dikarantina di Natuna setelah pulang dari China dinyatakan negatif terinfeksi virus Corona.

“Untuk yang 3 dikarantina di Natuna dinyatakan negatif, sebentar lagi akan dikirim untuk berkumpul bersama keluarganya,” kata Kepala Dinkes Provinsi Kalteng dr Suyuti Syamsul kepada Tabengan, Rabu (12/2).

Kemudian untuk mahasiswa asal Kalteng yang menuntut ilmu di Nanjing yang pulang melalui Banjarmasin, Kalimantan Selatan juga sudah diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Banjarmasin, dinyatakan tidak ada terdeteksi virus Corona.

“Kelima mahasiswa itu lewat Banjarmasin, karena tidak ada tanda-tanda, ya kita tidak isolasi,” tambah mantan Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya ini.

Meski demikian, pihaknya tetap meminta para mahasiswa yang sudah kembali ke keluarganya tersebut tidak keluar rumah selama 14 hari.

Terkait dengan antisipasi masuknya virus Corona ke Kalteng, Dinkes dan instansi terkait lainnya juga terus melakukan pemantauan di pintu-pintu masuk, baik melalui bandara maupun pelabuhan. Beruntung di Kalteng tidak ada bandara internasional.

Meski demikian, pihaknya tetap memasang alat detector pemantau suhu tubuh di pintu kedatangan bandara, sehingga jika ada suhu tubuh penumpang yang tinggi, maka petugas langsung melakukan pemeriksaan serta menanyakan riwayat penumpang yang bersangkutan apakah baru tiba dari China, jika memang terjadi demikian, maka langsung dikarantina.

Namun, pihaknya bersyukur hingga saat ini belum ada penumpang maupun warga yang terdeteksi virus yang mematikan tersebut.

Sekadar diketahui sebagaimana dikutip dari kompas.com, hingga saat ini jumlah korban meninggal akibat Covid-19, di China dilaporkan telah mencapai 1.110 orang. Jumlah itu didapat setelah otoritas di Hubei, provinsi yang menjadi asal penyebaran wabah, melaporkan adanya 94 kasus kematian baru dalam 24 jam terakhir.

Otoritas Hubei juga merinci ada 1.638 kasus infeksi baru sejak wabah virus Corona merebak pada Desember 2019. Kini, terdapat lebih dari 44.200 kasus penularan baru di seluruh China, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. akm

Pos terkait